BREAKING NEWS
 

Penilaian Wakil Ketua Umum Partai Golkar

Pidato Prabowo Bangun Kepercayaan Diri Nasional

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 16 Agustus 2026 06:50 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham. (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pidato Presiden Prabowo Subianto di hadapan Sidang Tahunan MPR 2026 dinilai sangat mengesankan. Pidato tersebut dianggap realistis karena berbasis data dan proyeksi kinerja Pemerintah.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, Prabowo tidak sekadar menyampaikan laporan mengenai capaian Pemerintah. Dia mengatakan, pidato tersebut juga sarat pesan motivasi yang mampu membangun optimisme dan kepercayaan diri nasional. 

“Pidato beliau kuat membangun kepercayaan diri nasional bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk bertransformasi, bergerak maju, menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang selama ini belum terselesaikan,” ujar Idrus dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026). 

Menurut Idrus, di hadapan Sidang Tahunan MPR 2026 pada Jumat (14/8/2026), Prabowo dengan meyakinkan, Indonesia memiliki fundamental yang kuat untuk melakukan transformasi di berbagai bidang. 

Mulai dari pertumbuhan ekonomi, investasi, reformasi kelembagaan, penataan BUMN, swasembada, hilirisasi, efisiensi pemerintahan, hingga penguatan pengawasan. 

Baca juga : Peringati Hari Damai Aceh, Mualem Ajak Masyarakat Merawat Perdamaian

"Semuanya disebut berada dalam satu garis kebijakan strategis. Seluruh transformasi tersebut bermuara pada satu tujuan utama, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya. 

Karena itu, lanjut Idrus, Pemerintah mengarahkan geliat ekonomi produktif, kemandirian, dan daya saing bangsa untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu contoh yang dikedepankan Prabowo adalah swasembada solar melalui implementasi mandatori B50, yakni bahan bakar dengan campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit. 

“Hal ini bukan sekadar tentang swasembada BBM, melainkan wujud nyata swasembada yang berbasis pada potensi sumber daya dalam negeri,” tutur Idrus. 

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya kelapa sawit yang melimpah. Selama ini, kebutuhan energi diesel masih sangat bergantung pada minyak bumi dan impor. Indonesia masih mengimpor sekitar 3-4 juta kiloliter solar per tahun. 

Adsense

"Melalui B50, sebagian kebutuhan tersebut dapat digantikan dengan bahan baku domestik. Pada saat yang sama, kekayaan alam nasional ditransformasikan menjadi fondasi kedaulatan energi," ujarnya. 

Baca juga : Airlangga: Harga BBM Dijaga, Daya Beli Tak Boleh Tergerus

Idrus mengingatkan, saat meluncurkan B50, Prabowo menekankan bahwa kemandirian energi merupakan bagian dari kedaulatan bangsa. Indonesia harus mampu memanfaatkan kekayaan alamnya untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. 

“Dengan program ini, devisa tidak lagi tersedot ke luar negeri, melainkan berputar dan memperkuat ekonomi dalam negeri,” katanya. 

Di sinilah, lanjut Idrus, swasembada solar memiliki dimensi kesejahteraan. Kementerian ESDM memperkirakan implementasi B50 dapat menghemat devisa hingga Rp 170 triliun. Bahkan, secara filosofis-ekonomi, dampaknya dinilai jauh lebih besar daripada sekadar angka tersebut. 

“Karena ketika nilai itu berputar, ia dapat menciptakan pekerjaan, meningkatkan permintaan terhadap hasil perkebunan, memperkuat industri pengolahan, meningkatkan penerimaan negara dan memperbesar aktivitas ekonomi nasional,” jelasnya. 

Idrus menilai, hikmah terpenting pidato Prabowo bukan semata-­mata mengenai keberhasilan Pemerintah. Lebih dari itu, pidato tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sedang bergerak menata diri, memperkuat daya tawar di kancah internasional. 

Baca juga : Laba BSI Melonjak, Sinyal Kuat Kebangkitan Ekonomi Syariah

"Dan memastikan transformasi ekonomi bermuara pada pemberdayaan serta kesejahteraan rakyat," tandasnya. 

Dia menyoroti sejumlah angka yang disampaikan Prabowo. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 tercatat 5,61 persen, sedangkan semester I mencapai 5,45 persen. Angka tersebut disebut sebagai pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun. 

“Ini jelas bukan capaian kerja main-main, mengingat geopolitik dunia hari ini tidak sedang berada dalam kondisi yang baik-baik saja,” ujar Idrus. 

Begitu pula dengan investasi. Pada 2025, investasi disebut mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan sekitar 2,7 juta lapangan kerja. Sementara pada semester I 2026, investasi mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan sekitar 1,4 juta lapangan kerja. 

Dari capaian tersebut, Prabowo bahkan menyampaikan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai 6 persen. Dia mengatakan, jika Indonesia mampu mencapai angka pertumbuhan tersebut, itu artinya Indonesia telah memasuki fase akselerasi pembangunan. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense