RM.id Rakyat Merdeka - Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) DKI Jakarta melarang kader menggunakan organisasi untuk kepentingan pribadi. Termasuk mencari penghasilan dengan menjadi juru parkir, menjaga tanah, maupun ruko dengan mengatasnamakan organisasi.
Ketua DPD Bapera DKI Jakarta Basri Baco mengatakan, larangan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun citra Bapera sebagai organisasi kepemudaan yang bekerja dan memberi manfaat bagi masyarakat, bukan mengandalkan praktik premanisme.
Penegasan itu disampaikan Baco saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Bapera DKI Jakarta di Aula DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jalan Pegangsaan Barat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Rakerda bertema Pemuda Bergerak Menuju Era Baru Jakarta itu turut dihadiri Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta Muhamad Matsani.
“Bapera ini agak unik. Seragamnya loreng, sehingga Bapera tidak boleh kelihatan kelemer-kelemer. Malu sama motif lorengnya. Karena loreng, maka perintah komandonya jelas, bukan kebanyakan diskusi tapi kerja,” kata Baco.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta itu menegaskan, kader tidak diperbolehkan menggunakan nama Bapera untuk mencari penghasilan di jalanan.
Baca juga : Berpotensi Sumbang PAD Rp 3 Triliun, Pemprov DKI Bidik Pajak Mobil Listrik
“Kita ormas Bapera bukan ormas premanisme walaupun banyak ketuanya ‘preman’. Walaupun kita banyak yang mental-mental preman, jujur saja walaupun preman tapi punya jabatan, tapi kita tidak dilatih untuk cari makan di jalan,” ujarnya.
Dilarang Minta Proposal
Selain menjaga perilaku kader, Bapera DKI juga mendorong kemandirian organisasi. Setiap kegiatan diharapkan tidak bergantung pada bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta maupun aparat kewilayahan.
Baco melarang pengurus mengajukan proposal pendanaan kepada Badan Kesbangpol, camat, maupun lurah. Pembiayaan kegiatan harus diupayakan melalui potensi internal organisasi.
“Kita setiap kegiatan harus mandiri, nggak boleh keluar proposal. Kalau keluar proposal maka mati kita. Yang boleh adalah internal, yaitu memaksimalkan potensi kader-kader internal Bapera,” tegasnya.
Menurut Baco, prinsip tersebut diperlukan agar Bapera menjadi mitra pemerintah sekaligus organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan sosial, termasuk membantu warga terdampak bencana, akan terus didorong sebagai bentuk pengabdian kader.
Baca juga : Ketua DPRD Kuansing Irit Bicara soal Dugaan Penerimaan Duit SGD untuk Menhut
“Semangat Ketua Umum membangun organisasi ini adalah pengabdian terhadap masyarakat. Sehingga dimanapun kita berada harus ada fungsi dan gunanya buat masyarakat,” katanya.
Bidik Kursi DPRD Baco juga mengungkapkan target politik Bapera DKI. Organisasi tersebut ingin menyiapkan kader terbaik untuk maju sebagai calon anggota DPRD DKI Jakarta pada setiap daerah pemilihan (dapil).
Untuk mewujudkan target tersebut, penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah menjadi prioritas. Baco menilai mesin organisasi yang solid menjadi modal penting bagi kader yang ingin terjun ke politik.
“Target kita adalah Insyaallah di semua Dapil ada kader terbaik Bapera yang bisa jadi anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta. Mulai dari sekarang kita harus rapatkan barisan, rapikan struktur, karena kunci utama pemenangan adalah mesin organisasi yang solid, kuat dan amanah,” tuturnya.
Baco juga menegaskan hubungan Bapera dengan Pemprov DKI Jakarta akan dibangun dalam semangat kemitraan. Kader diminta tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan persoalan bagi pemerintah daerah.
“Tolong sampaikan kepada Pak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, bahwa Bapera DKI Jakarta juga dilarang oleh Ketua Umum melakukan demonstrasi, mengomplain atau berbicara buruk terhadap Pemda DKI Jakarta, karena Bapera adalah mitra Pemda DKI Jakarta,” tegasnya.
Baca juga : 45 Anggota DPRD Usulkan Pemakzulan, Bupati Gowa Di Ujung Tanduk
Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq mengapresiasi kepemimpinan Basri Baco yang dinilai mampu membangun struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Bahkan, Baco menargetkan kepengurusan Bapera dapat terbentuk hingga tingkat rukun warga (RW) pada akhir 2026.
Fahd menyebut, penguatan organisasi tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan perolehan kursi Partai Golkar di DPRD DKI Jakarta pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
“Pak Basri Baco juga bisa membantu mengantarkan perolehan kursi Golkar di DPRD DKI Jakarta, dari yang awalnya enam orang menjadi 10 orang pada Pileg 2024 lalu,” ujar Fahd.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol DKI Jakarta Muhamad Matsani mengapresiasi kehadiran Bapera dalam menjaga kehidupan sosial di Ibu Kota. Menurutnya, pembangunan Jakarta membutuhkan kolaborasi berbagai unsur masyarakat.
“Bapera punya posisi strategis menjaga harmoni sosial Jakarta, mampu membangun komunikasi dengan sehat dan memiliki semangat gotong royong,” pungkas Matsani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.