RM.id Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menegaskan usulan kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 7 persen itu sangat moderat.
Mengenai banyaknya suara rakyat akan hilang, Willy menyebut itu risiko berdemokrasi. “Itu risiko ya. Itu pilihan kita mau pakai sistem apa,” ujar Willy saat berbincang dengan Rakyat Merdeka.
Baca juga : PPP Sebut Kenaikan PT Bentuk Kezoliman Kepada Suara Rakyat
Willy pun menyebut Jerman sebagai contoh. Di Jerman, juga menerapkan ambang batas parlemen. Namun, aturan mainnya tidak membagi habis suara dengan perolehan kursi. Nah, jika ada partai di suatu dapil bisa menaruh wakilnya di parlemen, tetapi tidak tembus PT. Kursinya, bisa dikosongkan.
“Di Jerman, tidak membagi habis kursi. Itu juga bisa menjadi pilihan,” sarannya. “Misalnya PSI kan bisa dapat delapan kursi DPR. Demi menghormati mereka, kursi bisa dikosongkan. Itu pilihan saja,” tambahnya.
Baca juga : Nggak Ada Aksi, Nasib Parpol Non-Parlemen Bisa Wassalam
Anggota Komisi I DPR ini menyebut tidak ada satu pun model demokrasi di dunia yang sama. Semuanya, memiliki tipologi dan keunikan yang berbeda-beda. Termasuk Indonesia, dengan sistem demokrasi yang liberal, multipartai, dan presidensial. Artinya, dengan sistim politik Indonesia saat ini, kenaikan PT 7 persen bukanlah sesuatu yang berlebihan.
“Selektif partai 7 persen saya pikir moderatlah. Biasanya kan sistem presidensial itu hanya dua atau tiga partai. Ini kalau tujuh persen masih ada lima sampai tujuh partailah,” katanya.
Baca juga : Komisaris dan Direksi Pertamina Sapa Pelanggan Setia
Ia pun menyarankan tidak semua partai bisa berkompetisi di level nasional atau DPR. Ibarat pertandingan sepakbola, partai sebaiknya berkompetisi berjenjang mulai dari DPRD Kabupaten dan Kota. Jika mendapat simpati, barulah naik kelas ke level provinsi kemudian nasional. “Jadi seperti sepakbola, ada promosi. Langsung ditempatkan ke nasional tanpa perdebatan, itu juga tidak memberikan pelajaran politik,” tutupnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.