RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerindra tidak bisa lepas dari sosok Prabowo Subianto. Menteri Pertahanan ini kembali menjadi ketua umum periode 2020-2025. Ini berarti, sejak Gerindra berdiri tahun 2008, Prabowo terus menerus jadi ketum.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengkritik kembalinya Prabowo sebagai Ketum Partai Gerindra. Analisanya, Partai Gerindra telah gagal melakukan kaderisasi. Ini terbukti dari belum ada kader yang setidaknya satu kaliber dengan Prabowo. “Ini sekaligus menandai gagalnya Gerindra dalam regenerasi kader,” ujar Dedi.
Dedi menganalisa, ini tidak terlepas dari strategi Prabowo untuk kembali di Pilpres 2024. Namun, jika Prabowo maju di 2024, menurutnya langkah Prabowo lebih berat. “Potensi kekalahan Prabowo jauh lebih besar dibanding Pilpres 2019. Karena 2024 menjadi momentum tokoh-tokoh generasi di bawah Prabowo,” katanya.
Baca juga : Elite Gerindra Tidak Mau Ambil Pusing dan Baper
Menilik hasil riset Juni lalu, kata Dedi, publik mulai jenuh dengan sosok pemimpin yang itu-itu saja. Buktinya, elektabilitas Prabowo selaku kontestan di tiga Pilpres ini kian menurun. “Kejenuhan publik terlihat sejak Prabowo memutuskan bergabung dengan pemenang Pilpres, dan itu sekaligus membuktikan rencana-rencana besar Prabowo saat kampanye untuk pemerintah tidak terimplementasi,” tutupnya.
Menanggapi hal ini, para kader Gerindra ramai-ramai membantah. “Jadi bukan masalah kaderisasi tidak tumbuh, tidak. Tapi ini masalah kepercayaan yang diberikan oleh grassroot Partai Gerindra,” ujar juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dahnil memastikan, tidak ada kebuntuan kader di internal Partai Gerindra. Ditegaskan, partainya memiliki banyak tokoh dan kader yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, Kongres mengamanahkan Prabowo untuk memimpin kembali Gerindra. “Kepercayaan diberikan temen-temen Gerindra di akar rumput Itu masih pada Pak Prabowo,” tegasnya.
Baca juga : Urus Bedil Dan Sawah, Prabowo Semakin Banyak Panggung
Dahnil menceritakan, kehendak itu juga tertuang melalui diterimanya secara bulat seluruh laporan pertanggungjawaban Prabowo oleh DPD Partai Gerindra di Kongres Sabtu (8/8). Sekaligus, mengamini Prabowo menjadi Ketum dan Dewan Pembina.
Sekjen Partai Gerindra terpilih, Ahmad Muzani, mengatakan kepengurusan DPP Partai Gerindra medio 2020-2025 akan ditentukan satu bulan ke depan. Muzani memberikan kisi-kisi, di kepengurusan nanti akan didominasi dari kalangan milenial yang berusia di bawah 50 tahun. “Pak Prabowo dalam pidato penutupannya mengatakan bahwa nanti pengurus DPP Partai Gerindra yang baru akan didominasi anak-anak muda di bawah 50 tahun,” kata Muzani.
Wakil Ketua MPR ini menjelaskan, satu-satunya nama yang disebut masuk dalam kepengurusan Partai Gerindra periode 2020-2025 adalah dirinya yang kembali menjadi sekjen. “Satu-satunya yang sudah diumumkan baru sekjen hari ini yakni Ahmad Muzani,” ucapnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.