BREAKING NEWS
 

Tentang Kampanye Prabowo, SBY Cinta Apa Waswas?

Reporter & Editor :
RIKY HANDAYANI
Senin, 8 April 2019 08:31 WIB
Capres 02 Prabowo Subianto (kanan) saat bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY (kiri) di Jakarta, 21 Desember 2018. Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah), turut mendampingi. (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sehari sebelum Prabowo kampanye di GBK, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang sedang berada di Singapura menjaga Ibu Ani, kirim surat ke tiga petinggi Demokrat. Apakah surat SBY ini bentuk "cinta" atau karena "waswas?"

"Menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif," demikian kutipan surat SBY.

Surat itu ditulis SBY di Singapura pada Sabtu (6/4), sebelum Prabowo-Sandi menggelar kampanye akbar di GBK. Surat ditujukan untuk petinggi Demokrat: Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin, Wakil Ketua Umum Syarief Hasan dan Sekjen Hinca Pandjaitan.

Baca juga : GBK 704, Rasa Monas 212

SBY mengawali kalimat dengan menyatakan rasa tanggung jawabnya, memastikan kampanye yang dijalankan Partai Demokrat on the track. Demokrat, pendukung Prabowo di Pilpres 2019. SBY meminta kepada tiga petinggi Demokrat untuk bertanya kepada Prabowo, apakah konsep yang akan ditampilkan pada kampanye akbar itu inklusif dan menjunjung persatuan.

Menurutnya, berdasarkan laporan yang masuk kepadanya tentang set up, run down dan tampilan fisik, kampanye akbar Prabowo-Sandi harus inklusif dengan sasanti "Indonesia Untuk Semua", juga mencerminkan kebhinnekaan atau kemajemukan.

"Cegah demonstrasi apalagi "show of force" identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuansa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrim," pinta SBY.

Baca juga : Minta Pendukung Jaga TPS, Prabowo: Kalau Iwan Bopeng Datang Bagaimana?

SBY menganalogikan pemimpin yang mengedepankan identitas atau gemar menghadapkan identitas yang satu dengan yang lain, atau yang menarik garis tebal kawan dan lawan untuk rakyatnya sendiri, hampir pasti akan menjadi pemimpin yang rapuh. Bahkan sejak awal, sebenarnya dia tidak memenuhi syarat sebagai pemimpin bangsa.

Adsense

"Saya sangat yakin, paling tidak berharap, tidak ada pemikiran seperti itu (sekecil apa pun) pada diri Pak Jokowi dan Pak Prabowo," kata SBY.

Kebenaran surat itu diamini Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin. Dia bersyukur, masukan SBY diikuti Prabowo saat kampanye. Pak SBY mengingatkan. "Kita perhatikan wujud dalam kampanye hari ini sudah mengikuti apa yang kira-kira diingatkan oleh Pak SBY," kata Amir, Minggu (7/4).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense