Sebelumnya
Politisi berusia 45 tahun ini menceritakan partainya memperingati haul Mbah Moen secara virtual, pada Jumat (16/7) malam. Peringatan ini dibarengi dengan 7 hari wafatnya pengasuh Pondok Pesantren Ploso, Kediri, KH Zainuddin Djazuli. Acara ini diikuti seluruh kader dan pengurus PPP.
Arwani menjelaskan, di acara haul tersebut, selain mengenang Mbah Moen, juga menjadi sarana berdoa bersama agar bangsa Indonesia mendapatkan solusi melewati masa pandemi dengan sehat dan selamat. “Wafatnya para ulama seperti Mbah KH Maimoen Zubair pada dua tahun lalu dan KH Zainuddin Djazuli serta ratusan ulama lainnya di masa pandemi ini merupakan sebuah kematian alam semesta,” pungkasnya.
Baca juga : PPP: Stop Kegiatan Partai
Senada, Ketua Majelis Syariah PPP Musthafa Aqil Siraj mengenang Mbah Moen sebagai tokoh yang sangat dekat dengan semua kalangan. Misalnya, Sang Kiai tidak pernah membeda-bedakan tamu, baik dari kalangan kaya maupun miskin. Semua disambut dengan terbuka dan akrab.
“Mbah Moen tokoh yang membuat orang merasa dekat dengan beliau. Semua santrinya merasa dekat dengan beliau. Bukan hanya para santri, banyak kalangan,” ujar Musthafa.
Baca juga : Penerapan SIN Pajak Bisa Dongkrak Penerimaan Negara
Musthafa berpesan agar pandemi Covid-19 bisa menjadi sarana bagi semua orang untuk bermuhasabah. Selama ini mungkin banyak orang melupakan Tuhan, maka dengan pandemi ini membuktikan bahwa Tuhan itu ada. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.