RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo meragukan akurasi data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional, yang menyebut Kota Depok, penyumbang kasus Covid-19 terbesar di Indonesia.
“Data itu tidak akurat dan belum di update. Sebab, berdasarkan data Satgas Covid-19 Depok, ada selisih dalam kasus konfirmasi aktif Covid-19 dengan Depok,” kata Hendrik, Kamis (12/8).
Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Depok, Politisi muda asal Tana Toraja ini menyebutkan ada selisih mencapai 17.413 kasus, di mana saat ini Depok terdapat 9.518 kasus.
Baca juga : Puskera Harap Distribusi `Obat` Penanganan Covid-19 Merata
“Sementara data pusat mencatat 26.932 kasus aktif di Depok. Selisihnya sampai 17.413 kasus,” sebut Hendrik.
Mantan Ketua DPC Gerakan Anti Narkotika (Granat) Kota Depok ini meminta agar Satgas Covid-19 Nasional harus lebih teliti dan berkoordinasi lagi dengan Satgas yang ada di daerah, seperti di Kota Depok.
Hal ini sangat penting agar tidak ada kekeliruan data yang disampaikan, apalagi sampai menjadi produk jurnalistik.
Baca juga : Kejar Herd Immunity, Banteng Bekasi Gelar Vaksinasi Covid-19
“Seharusnya Satgas Covid Nasional jangan memberikan data yang keliru, yang justru membuat masyarakat panik,” tegasnya.
Kendati begitu, Hendrik terus memberikan dukungan kepada Satgas Depok dan tenaga kesehatan (nakes), terus berjibaku menanggulangi pandemi Covid-19. “Ayo kita dukung Satgas Covid-19 dan nakes Kota Depok,” ajak Hendrik.
Adapun dukungan yang diberikan, yakni dengan menaati protokol kesehatan (prokes) Covid-19, pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, jauhi kerumunan dan batasi mobilisasi serta interaksi.
Baca juga : DAMRI Berlakukan Syarat Vaksin Dan Tes Covid-19 Bagi Calon Penumpang
“Kita harus divaksin. Vaksi memang bukan obat. Namun itu dapat meminimalisir ketika kita terpapar Covid-19, antibodi kita lebih kebal terhadap virus Corona,” katanya. [MFA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.