Dewan Pers

Dark/Light Mode

Puskera Harap Distribusi `Obat` Penanganan Covid-19 Merata

Kamis, 12 Agustus 2021 11:03 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat (Puskesra) meminta Pemerintah mengawasi secara ketat produksi dan distribusi obat-obatan penanganan Covid-19.

Pasalnya, potensi terjadinya monopoli harga serta kelangkaan amatlah besar seiring permintaan obat yang makin tinggi.

Direktur Eksekutif Puskesra, Rafles Hasiholan berharap agar produksi dan distribusi obat-obatan untuk penanganan pasien Covid-19 bisa lebih merata. Tidak saja melibatkan perusahaan-perusahaan farmasi besar, melainkan memberikan peranan kepada perusahaan farmasi skala menengah ke bawah.

Berita Terkait : Menkes Resmi Hapus Ketentuan Vaksin Covid-19 Berbayar

"Sehingga produksi dan distribusi obat bisa makin masif serta roda ekonomi berputar," katanya.

Menurut Rafles, akibat tidak meratanya produksi dan distribusi obat-obatan penanganan Covid-19, rakyat kesulitan untuk mendapatkan obat di apotek-apotek kecil.

"Beberapa waktu lalu, kita dihebohkan dengan video Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan sidak ke apotek kecil untuk mengecek persediaan obat-obatan untuk pasien Covid-19. Saat itu, Presiden tidak menemukan satupun obat dan hanya ada beberapa multivitamin. Ini menjadi bukti nyata bahwa obat-obatan untuk pasien Covid-19 belum terdistribusi merata," kata Rafles.

Berita Terkait : GoTo Group Donasikan 1000 Konsentrator Oksigen Untuk Penanganan Covid-19

Berdasarkan informasi yang Puskesra dapatkan, beberapa obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi besar ini harganya dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasaran.

Selain itu, ada juga obat yang disegel dan dilarang produksi oleh pihak BPOM (Badan Pengawas Obat Dan Makanan).

Untuk itu, pihaknya juga berharap, industri farmasi dan obat-obatan dalam negeri makin diperkuat di masa pandemi Covid-19.
 Selanjutnya