Sebelumnya
Selain suara NU, ada faktor lain yang juga bisa menjadi penentu kemenangan. Yakni dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, mantan Walikota Solo itu masih punya magnet sebagai Presiden yang punya banyak atribut yang disukai pemilih, dan sentimennya positif.
"Saya kira, baik NU maupun Presiden Jokowi akan menentukan. Apalagi tambahan suarayang diperlukan hanya 5-7 persen,"pungkas dosen departemen Sosiologi UGM ini.
Baca juga : Pakar Sospol UGM: NU Dan Jokowi Potensial Tentukan Kemenangan Capres
Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, KH Sulaiman Tanjung memastikan, organisasinya tak akan terlibat dalam politik praktis elektoral. "Sudah jelas arahan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Kita bukan milik satu partai politik. Hasil survei menyebut, nahdliyin terbagi merata di semua partai politik," tegasnya dalam pesannya, kemarin.
Menurutnya, adanya representasi NU baik calon atau tim yang terafiliasi dalam sebuah gerbong politik itu berangkat secara pribadi. Bukan organisasi. "Kita tidak ingin ada politik identitas dalam Pemilu. NU milik semua," ujarnya.
Baca juga : Geopolitik Dan Geostrategi Indonesia Memandang BRICS
Sedangkan, Ketua Umum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) sekaligus Juru Bicara Forum Gabungan Relawan Jokowi, Taki Reinhard Parapat takmenampik, Presiden Jokowi akan jadi faktor kemenangan Capres.
"Pak Jokowi tingkat kepuasannya tinggi. Tak heran para Capres butuh endorsement beliau," tuturnya kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Kurangi Polusi Udara, PLN Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 1/8/2023 dengan judul Analisa Sosiolog Politik UGM, NU & Jokowi Penentu Kemenangan Capres...
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.