BREAKING NEWS
 

Ketimbang Berkoar-koar Di Podcast, Ahmad Ali Sarankan Tokoh Oposisi Turun Gunung

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : WAHYU SURYANI
Senin, 22 Januari 2024 18:54 WIB
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengakui, mendekati pencoblosan Pemilu 2024, kebutuhan untuk melakukan perubahan di masyarakat semakin tinggi dan keberanian melawan tekanan juga semakin nyata. 

Dia berharap, gerakan ini akan terus tumbuh dan berkembang, sehingga akan semakin banyak orang yang betul-betul berani untuk menyampaikan dan memperlihatkan keinginan untuk melakukan perubahan. 

"Masyarakat kita imbau tidak lagi menjadi pendukung yang tersembunyi, tetapi sudah mulai bangkit, muncul untuk mengkonsolidasikan di masyarakat supaya menjadi lebih masif," ujar Ali dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/1/2024).

Nah, untuk menjadi gerakan yang masif, Ali juga berharap gerakan perubahan tidak hanya datang dari relawan, tetapi juga datang dari tokoh-tokoh oposisi yang hari ini banyak berkoar-koar di podcast. 

Baca juga : Airlangga: Warga Ingin BLT Lagi Tahun Depan

“Menebar ancaman lewat podcast, sebaiknya itu tidak perlu dilanjutkan. Karena itu hanya akan membuat kerisauan, hanya akan membuat kegaduhan,” katanya.

Pelatih Kepala Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) ini mendesak para tokoh yang hari ini tidak sepakat dengan calon tertentu, hendaknya turun ke lapangan menggalang masyarakat, membentuk relawan, bekerja memenangkan pasangan yang mereka inginkan.

Adsense

"Daripada berteriak pemakzulan dan lain-lain, itu tidak bagus untuk demokrasi kita. Tidak bagus untuk bangsa. Ketika itu terjadi, biayanya terlalu mahal untuk bangsa ini," kata Ali, mengingatkan.

Karena biayanya besar, Ali mengimbau kepada para tokoh oposisi mengambil bagian dalam proses demokrasi ini dengan cara terlibat langsung, mengedukasi terhadap masyarakat, mengumpulkan logistik untuk membantu pasangan calon yang mereka kehendaki untuk menjadi calon presiden.

Baca juga : Nggak Ada Alasan Tak Pakai Pembangkit EBT

"Dengan cara terjun ke masyarakat, memasang baliho, melakukan konsolidasi, merekrut relawan, dan sebagainya, supaya terjadi dinamisasi di lapangan, di tengah masyarakat. Ketimbang berkoar-koar di podcast itu hanya akan membuat suasana gaduh. Padahal ruang demokrasi itu sangat terbuka," jelas Ali.

Anggota Komisi III DPR ini bersyukur para relawan pendukung Anies Baswedan cukup militan dan mau berkorban uang, pikiran dan tenaganya untuk memenangkan pasangan AMIN. 

"Mereka (para relawan) adalah pahlawan. Kapten sesungguhnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Orang yang pantas diberi penghargaan adalah para relawan yang bekerja secara masif. Betul-betul bekerja tanpa pamrih, bekerja atas kerisauan mereka melihat kondisi Indonesia saat ini,” ungkapnya.

Jadi, keinginan untuk melakukan perubahan itu datang dari relawan, orang-orang yang merasakan kesulitan hidup yang sulit, orang yang merasakan tekanan, orang-orang yang peduli terhadap kondisi demokrasi hari ini. 

Baca juga : Kementan Kejar Masa Tanam, Sigap Amankan Produksi Beras Dan Jagung

“Itu yang membuat mereka bekerja tanpa pamrih. Mereka orang-orang yang tak ternilai harganya. Nggak bisa dinilai dengan rupiah," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense