Sebelumnya
"Jadi bukan karena berpisah, tidak kompak dan sebagainya," tegas Mahfud.
Untuk diketahui, dalam narasi hoaks yang viral itu, Mahfud disebut tak kompak dengan Ganjar dan diasingkan jelang pencoblosan 14 Februari.
Mahfud juga sempat mengatakan, akan tetap berjuang untuk demokrasi dan keadilan apa pun hasil dari pemilihan presiden atau Pilpres 2024.
Baca juga : Kemiskinan Ekstrem Banyak Terdapat Di Kampung Kumuh
Mahfud menyebut Pemilu bukan jalan satu-satunya untuk berjuang.
Diketahui, hasil real count atau hitung nyata sementara versi Komisi Pemilihan Umum atau KPU pada Jumat pagi, 16 Februari 2024, pasangan nomor urut 3 Ganjar-Mahfud meraih perolehan suara terendah ketimbang pasangan calon lainnya, yakni 9.559.888 atau 17.97 persen.
“Apa pun hasil dari pilpres saya akan terus berjuang untuk demokrasi dan keadilan. Jalan perjuangan dan demokrasi bukan hanya pemilu. Pemilu hanya salah satu ekspresi demokrasi,” kata Mahfud.
Baca juga : Audit Forensik Sirekap KPU!
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) itu juga bercerita bahwa dia pernah menjabat di pemerintahan, tetapi masih produktif berjuang dalam demokrasi dan pemerintahan.
Selain itu, Mahfud menyebut gerakan kampanye dan masyarakat sipil merupakan sumber gerakan perubahan dari otoritarianisme menuju demokrasi.
“Sejarah mengajarkan jika demokrasi disumbat, maka demokrasi selalu membuka jalannya sendiri,” kata Mahfud.
Baca juga : Golkar Bakal Usung Petahana Di Pilkada
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 19/2/2024 dengan judul Disebut-sebut Lama Tak Jalin Komunikasi, Ganjar-Mahfud Masih Solid
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.