Sebelumnya
Padahal yang diharapkan adalah pasangan yang bisa saling melengkapi. Sedangkan pasangan ideal itu haruslah dapat memperbesar peluang kemenangan dengan menggabungkan berbagai basis suara yang berbeda.
“Bukan yang memperkecil kemenangan, bahkan bisa membuat kalah,” tegasnya.
Agung juga mencermati potensi deadlock dalam penentuan wakil, jika partai-partai koalisi tetap memaksakan kader mereka masing-masing. PKS mengajukan Sohibul Iman, PKB mengusulkan Ida Fauziah, dan NasDem mengajukan Ahmad Sahroni yang memiliki basis kuat di Jakarta Utara.
“Sahroni ini mewakili basis suara di Jakarta Utara, sedangkan Ida Fauziah itu kan basis suara Nahdlatul Ulama. Ini bisa deadlock kalau ini semua memaksakan kadernya,” kata Agung.
Baca juga : Dicekal Lagi 6 Bulan, Firli Pasrah
Menurut Agung, jika situasi deadlock terjadi, kemungkinan akan muncul bola liar. Partai-partai mungkin akan berpindah ke PDIP atau Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk memastikan partai mereka tidak dirugikan dan peluang menang tetap besar.
Nah, kata Agung, bisa saja PKB merapat ke PDIP. Kedua parpol sudah cukup untuk mencalonkan kandidat mereka sendiri. Dengan membentuk poros baru, posisi tawar PKB akan jauh lebih besar. PKB bisa mengajukan kadernya untuk mengisi posisi cawagub.
“PKB akan lebih terbuka untuk mengusung Ida Fauziah. Sehingga duetnya bisa Ahok-Ida,” kata Agung.
Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (INDOSTRATEGIC), Ahmad Khoirul Umam, sikap PKB yang kurang sreg dengan duet AMAN, jadi sinyal partainya Cak Imin itu siap tinggalkan Anies.
Baca juga : Tarif Listrik Tidak Naik, Harga BBM Masih Dikaji
“PKB tengah bersiap ganti kopling untuk bermanuver meninggalkan Anies Baswedan,” ujar Umam.
Sikap balik badan PKB terhadap Anies akan membuka peluang terbukanya poros ketiga. Apalagi, kursi PDIP dan PKB sudah cukup mengajukan paslon cagub-cawagub.
“Ketika poros ketiga terbentuk, besar kemungkinan Pilkada dilakukan dua putaran,” ucap Umam.
Dengan membentuk poros baru, lanjut dia, koalisi PDIP-PKB akan menjadi game changer di tengah dua calon kuat yang akan bertarung. Yakni pasangan AMAN yang diusung PKS-NasDem dan KIM yang kemungkinan besar akan mengusung Ridwan Kamil.
Baca juga : Warga Kudu Tetap Waspada!
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 30 Juni 2024 dengan judul Peluang Poros Ketiga Di Jakarta, Nilai Tawar Politik PKB Tinggi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.