RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Maluku bergejolak. Situasi ini terjadi menyusul kekalahan pasangan Murad Ismail-Michael Wattimena dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku 2024.
Gejolak di Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Maluku terkait kepemimpinan Widya Pratiwi Murad. Widya yang merupakan Ketua DPW PAN Maluku dianggap gagal mengantarkan pasangan Murad Ismail-Michael Wattimena menjadi pemenang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku 2024.
Pada Pilkada serentak 2024 lalu, pasangan Murad Ismail-Michael Wattimena didukung delapan partai politik (parpol). Yaitu,PAN, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, Partai Ummat, dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Widya Pratiwi Murad merupakan istri dari mantan Gubernur Maluku, Murad Ismail. Jabatan Widya Pratiwi sebagai Ketua DPW PAN Maluku akan berakhirpada Februari 2025.
Widya menjadi Ketua DPW PAN Maluku menggantikan Wahid Laitupa untuk sisa masa periode 2020-2025, setelah adanya Surat Keputusan (SK) perubahan yang diterbitkan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan pada Mei 2024.
Koordinator PAN Wilayah Maluku, Peter Tatipikalawan mengaku telah dipanggil Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk memberikan gambaran tentang siapa yang cocok menjadi Ketua DPW PAN Maluku ke depan.
Kepada Zulhas, Peter mengusulkan, Ketua DPW PAN Maluku harus diisi figur yang masuk dalam tim Lawamena (Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath) yang ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilgub Maluku.
Baca juga : Pemerintah Akan Bangun 5.500 Rumah Untuk Prajurit TNI AD
“Itu yang saya usulkan ke Pak Ketua Umum (DPP PAN) di Jakarta,” ujar Peter dalam keterangannya, Kamis (16/1/2025).
Peter tidak menampik, dalam Pilgub Maluku 2024, ada sejumlah kader partai yang bekerja untuk pasangan di luar rekomendasi DPP PAN. Ada sejumlah kader PAN yang berada di barisan pasangan Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath. DPP PAN sendiri mencalonya Murad Ismail-Michael Wattimena.
“Saya sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Maluku tidak bisa menyalahkan mereka (Kader PAN), yang masuk dalam tim pemenang Lawamena di Pilgub Maluku 2024,” ujarnya.
Sekarang, lanjut Peter, kontestasi Pilgub Maluku telah berakhir. Dia mengatakan, dalam politik tidak ada musuh abadi, melainkan kepentingan. Terlebih, kata dia, PAN merupakan partai yang selalu berpihak kepada pemenang.
“Sebab, partai politik (parpol) kalau tidak dalam pemerintahan bisa repot. Saya sangat bersyukur ada pengurus PAN saat Pilgub Maluku lalu ada di (barisan) Hendrik Lewerissa,“ katanya.
Peter menegaskan, ke depan PAN harus mendukung pemerintahan Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath, sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Maluku periode 2025-2030. Dia mengatakan, komunikasi antara PAN dan Hendrik-Vanath harus tetap baik.
Karena itu, Peter mengusulkan pergantian Ketua DPW PAN Maluku haruslah mereka yang masuk dalam tim Lawamena di Pilgub Maluku. Di antaranya, Taufik Saimima, dan Ongen Go.
Baca juga : Ferry Mundur Dari PBB, Putuskan Mau Fokus Kerja
“Mereka ini kader PAN yang masuk di dalam Tim Lawamena. Muswil (Musyawarah Wilayah) PAN Maluku kemungkinan besarakan digelar setelah pelantikan Gubernur pada Maret 2025,” katanya.
Berbeda, Sekretaris DPW PAN Maluku, Haerudin Tuarita meminta Koordinator Wilayah PAN Maluku Peter Tatipikalawan dan kader lainnya tidak membuat gaduh internal partai. Dia mengatakan, semua kader PAN punya hak sama mencalonkan diri jadi Ketua DPW Maluku.
“Kami berharap Korwil harus lebih mengetahui situasi, sehingga tidak membuat gaduh. Kita butuh stabililtas politik internal yang baik,” kata Haerudin dalam keterangannya, Kamis (16/1/2025).
Kekalahan dalam Pilgub Maluku, tegas Haerudin, tidak bisa menjadi alasan menilai Widya Pratiwi gagal memimpin PAN Maluku. Apalagi, kata dia, tujuh pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang direkomendasikan PAN menang Pilkada 2024.
“Yakni Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara,” bebernya.
“Keinginan ibu (Widya Pratiwi) setelah hasil Pilkada, mari bersama-sama membangun PAN lebih baik lagi ke depan untuk pemerintahan ke depan yang lebih baik pula,” sambung Haerudin.
Selain itu, Haerudin mengatakan, pelaksanaan Muswil PAN Maluku, kemungkinan baru bisa dilaksanakan pada Maret 2025, setelah penetapan dan pelantikan calon kepala daerah terpilih.
Baca juga : Yuk, Sulap Minyak Jelantah Jadi Duit
Terpisah, mantan Ketua DPW PAN Maluku, Wahid Laitupa mengaku siap kembali merebut kursi Ketua DPW PAN Maluku. Sebagai kader partai, dia menegaskan, memiliki keinginan kuat untuk merebut kursi Ketua PAN yang pernah diambil darinya.
“Saat ini saya hanya menunggu perintah DPP PAN terkait dengan penyelenggaraan Muswil PAN Maluku,” ujar Laitupa dalam keterangannya, Rabu (15/1/2025).
Laitupa mengklaim lahir dari PAN. Mulai ranting, kecamatan, kabupaten Maluku Tengah hinggaKetua DPW PAN Maluku. “Tapi dalam perjalanannya ada kebijakan yang kemudian saya digantikan oleh saudari Widya Pratiwi, maka saya akan merebut kursi ketua itu kembali,” tegasnya.
Sebagai kader partai, Wahid mengklaim memiliki keberhasilan saat menjadi Ketua DPW PAN Maluku. Terlebih, pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, dia berhasil meningkatkan kursi PAN baik di DPRD kabupaten/kota maupun di Provinsi Maluku.
“Saya optimis bisa merebut kursi ketua. Saya memiliki cita-cita untuk terus meningkatkan kursi PAN pada Pileg 2029,” pungkas Wahid.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.