Sebelumnya
Peter Pangellah juga menyarankan Purnomo istirahat saja dan perbanyak ibadah. “Itu lebih baik. Sekarang zamannya anak muda mimpin negeri ku Indonesia tercinta ini,” kata dia.
Kevin Setiawan menilai Purnomo tidak salah menolak menjadi tim sukses. Dia sudah yakin menang sebelum Gibran berperang di Pilkada Soli. “Jelaslah Pak, apapun bisa dikondisikan, bapaknya sedang berkuasa mudah saja itu sih. Aku setuju dengan Pak Pur ini,” kata dia. “Kan bapaknya dah dua periode. Kapan lagi kalau gak sekarang nyalon,” tambah Guru Ganteng.
Baca juga : Bupati Kotim Supian Hadi Mangkir dari Panggilan Penyidik KPK
Bukan Koki mengaku heran dengan ajakan Purnomo masuk menjadi tim sukses Gibran. Sebab, nyalon Wali Kota disingkirkan disuruh jadi penasihat orang yang merebut haknya. “Ya jelas gak maulah. Posisikan dirimu menjadi Pak Purnomo kira-kira rasanya seperti apa? katanya. “Haknya yang mana mba? Toh jika tak diusung PDIP ada Golkar, Nasdem dan Gerindra yang siap usung Gibran,” ucap Rizal Ermit.
Sementara, Amoy menuding Gibran selonong boy dalam Pilkada Solo. Menurutnya, Gibran belum terbukti berbakti sama PDIP. “Eh malah jadi calon. Payah nih,” keluhnya. Joni Farkhan menyambar. Dia berharap Gibran kalah melawan kotak kosong. “Gak seru blass, kalau menang percuma, gak diakui rakyat,” keluhnya.
Baca juga : Gojek Xcelerate Luluskan 35 Startup Indonesia dan Asia Pasifik
Nyong Ambon menimpali. Dia bertanya soal lawan kotak kosong di Pilkada Solo. “Sejauh ini belum ada calon lawan lagi. Calon independen masih sulit,” ungkapnya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.