RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Politician Academy, Bonggas Adhi Chandra, menyatakan, penyelenggaran Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 membuat perubahan metode kampanye dari konvensional ke digital. Untuk itu, calon kepala daerah dituntut menyajikan konten visual yang kreatif.
Menurut Bonggas, meski KPU tidak bisa melarang apabila ada kampanye yang bersifat tatap muka langsung, namun para peserta Pilkada harus memahami terkait protokol kesehatan yang harus diterapkan. Kalau tidak, dikhawatirkan malah menimbulkan konflik yang tidak diinginkan.
Bonggas menjelaskan, tidak ada lagi model kampanye dengan menggelar acara musik hingga jalan sehat. “Kampanye kreatif akan membanjiri media sosial (medsos). Sebab, ruang interaksi sosial untuk kampanye terbatasi akibat pandemi Covid-19,” ucapnya, di Kantor Politician Academi, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/8).
Baca juga : Jaktour dan Sarana Jaya Gelar Lomba Virtual di HUT Kemerdekaan RI
Jika ada calon keukeuh melakukan kampanye tatap muka, hasilnya diprediksi tidak akan optimal. Sebab, ada sejumlah aturan yang membatasi jumlah peserta kampanye.
"Misalnya, pembatasan kapasitas orang dalam sebuah ruangan. Kemudian menjaga jarak, menggunakan masker, membawa hand sanitizer, face shield bila diperlukan dan tentu yang lain-lain ya terkait dengan protokol kesehatan,” ucapnya.
Maka, pilihan terbaiknya adalah kampanye virtual. “Perkumpulan virtual ini yang disebut teori komunikasi dengan peradaban layar," ujar Bonggas.
Baca juga : Fahri Hamzah : Keberagaman Nusantara Bisa Jadi Format Menyatukan Dunia
Dengan kampanye virtual, setiap pemilih dapat dengan mudah menyaksikan visi misi calon pemimpin daerah melalui gawai. Sehingga tidak perlu lagi menggelar kampanye dengan jumlah massa besar yang berpotensi terjadi penularan Covid-19.
Bonggas menyarankan ke calon kepala daerah membuat kreativitas melalui tanda tagar di medsos yang menujukkan identitas calon. Tagar yang kreatif diyakini dapat membuat nama calon menjadi perbincangan teratas di medsos, seperti Twitter hingga Youtube. "(Kesuksesan) peradaban layar itu ditentukan oleh tim kreatifnya para tim suskes (calon kepala daerah)," tutur dia.
Tim kreatif juga dapat mengangkat isu yang santer di tengah masyarakat sebagai bumbu kampanye virtual. Pembahasan mesti dilakukan konsisten dari awal hingga akhir. "Kalau sudah menjadi opini publik ini akan (menjadi) keuntungan," kata dia.
Baca juga : Sinergi BUMN Bentuk Holding Rumah Sakit
Berangkat dari kondisi tersebut, Politician Academy sebagai konsultan politik yang menjadi partner kandidat kepala daerah dan kandidat anggota legislatif sejak 2017 menawarkan kontens kreatif yang dibutuhkan para calon di Pilkada 2020 dalam melakukan kampanye secara visual. “Kami sudah membuat panduan lengkap untuk keperluan kampanye secara visual dalam bentuk VCD dan USB,” tandas Bonggas. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.