Sebelumnya
Apa tantangannya bagi KBRI serta UMKM?
Tantangan utama bagi KBRI dan UMKM tentunya adalah batasan-batasan ketat yang diterapkan oleh sejumlah pihak baik di Indonesia maupun China, akibat dari pandemi Covid-19.
Batasan-batasan tersebut antara lain adalah ketatnya transportasi langsung Indonesia-China, yang membuat pebisnis dari kedua negara mendapatkan tantangan tersendiri dalam melakukan perjalanan. Serta ketatnya protokol kesehatan yang memberikan hambatan tersendiri bagi masuknya produk/komoditas ekspor impor antara kedua negara.
Kira-kira, apa saja yang harus dilakukan UMKM untuk menembus pasar China?
Baca juga : Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Pabrik Tempe Dan Pojok Kopi Di Shanghai
Pertama, kita harus mempelajari budaya, kebiasaan dan psikologis masyarakat China. Terutama psikologis pasar/konsumen China. Kita harus paham bahwa konsumen China sensitif terhadap harga serta menyukai kisah/cerita - story telling di balik produk/sejarah produk. Melalui pemahaman ini UMKM dapat menyesuaikan produk dan packaging yang menarik bagi konsumen China.
Kedua, memanfaatkan kehadiran kantor dagang Indonesia di China. Ketiga, memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan produk Indonesia ke China. Dalam mempromosikan produknya ke China, UMKM dapat menyediakan brosur-brosur/material promosi dalam bahasa Mandarin.
Hubungan kita dengan China saat ini, bagaimana?
Indonesia pertama kali membuka hubungan diplomatik dengan China pada 13 April 1950. Sudah lebih dari 20 tahun. Hubungan bilateral ini diperkuat dengan penandatanganan Joint Declaration on Strategic Partnership pada 25 April 2005 dan Future Direction of Indonesia – China Comprehensive Strategic Partnership pada 2 Oktober 2013.
Baca juga : Beberkan Kiat Jadi Diplomat Di Depan Mahasiswa Unbrah Sumbar
Indonesia juga menjadi satu-satunya negara yang mensinergikan Belt and Road Initiatives (BRI) dengan konsep konektivitas yang dimiliki, yaitu 'Poros Maritim Global' (GMF) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding on Jointly Promoting Cooperation within the Framework of the Global Maritime Fulcrum Vision and the Silk Road Economic Belt and the 21st Century Maritime Silk Road Initiative pada 2018.
Melalui sinergi BRI dan GMF, kedua negara bersepakat untuk mengembangkan 4 koridor ekonomi. Sumatra Utara yang dikembangkan sebagai Economic and Business Hub for ASEAN, Kalimantan Utara sebagai Energy and Mineral hub, Bali sebagai Hightech & Creative Economy Hub, Sulawesi Utara sebagai Pacific Rim Economic Hub.
Melalui penguatan kesepakatan-kesepakatan di atas, performa hubungan bilateral kedua negara berjalan dengan baik. Bahkan, meningkat di segala bidang. Pada tahun 2020, total perdagangan kedua negara mencapai 78,37 miliar dolar AS, di mana nilai ekspor Indonesia ke China mencapai 37,4 miliar dolar AS. Atau naik 10,10 persen. Sedangkan impor Indonesia dari China, mencapai 41 miliar dolar AS. Turun 10,13 persen dibanding tahun sebelumnya.
Hal ini membuat defisit perdagangan Indonesia dari China turun tajam hingga 68,96 persen. Defisit 11,7 miliar dolar AS pada tahun 2019, juga turun menjadi 3,6 miliar dolar AS.
Baca juga : Dari 37 Adegan Rekonstruksi, Terungkap 6 Fakta Baru
Peningkatan nilai ekspor tersebut, mengatrol posisi Indonesia di ASEAN. Jika pada 2019 Indonesia ada di peringkat kelima, kini kita berada di peringkat keempat sebagai mitra dagang terbesar bagi China.
Dalam bidang investasi, pada tahun 2020, China tetap menjadi investor kedua terbesar di Indonesia dengan angka realisasi 4,8 miliar dolar AS (atau naik sebesar 2,1 persen dari tahun sebelumnya). Sedangkan Hong Kong, menempati posisi ketiga dengan nilai investasi 3,5 miliar dolar AS. Atau naik 20,7 persen dibanding tahun 2019. Tahun 2019, naik sekitar 95,6 persen dari tahun 2018.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.