RM.id Rakyat Merdeka - Pilkada 2024 memasuki masa tenang. Ini adalah masa-masa menentukan, yang bisa berpengaruh besar atas hasil Pilkada 2024. Ibarat dunia sepak bola, saat ini Pilkada berada di injury time.
Di masa ini, para kontestan, parpol, dan para pendukung sudah tidak boleh melakukan kampanye lagi. Berbagai alat peraga seperti spanduk, baliho, bendera, sampai stiker, dicopot dan diturunkan. Iklan-iklan di medsos juga distop. Aturannya seperti itu.
Baca juga : Jalan Tengah Kenaikan Upah
Namun, dalam praktiknya, kampanye terselubung masih banyak. Gerilya tetap dilakukan. Bentuknya bisa dibungkus dengan silaturahmi, doa bersama, bertemu tokoh, melaksanakan ritual ibadah, dan sebagainya. Bahkan, praktik politik uang juga biasa dilakukan di waktu-waktu ini sampai menjelang pencoblosan. Istilahnya sudah sangat popular, serangan fajar.
Bagi calon yang dalam posisi tertinggal, akan berusaha mati-matian memanfaatkan waktu yang tersisa ini untuk mencari poin. Sisa-sisa tenaga akan dikerahkan sampai habis. Berbagai cara dilakukan. Bisa dengan melakukan serangan spartan terhadap lawannya. Segala keburukan lawan akan diungkap, agar “gawangnya kebobolan”. Bisa juga dengan menurunkan pemain-pemain “cadangan”, seperti tokoh berpengaruh, tokoh agama, atau pejabat besar, untuk memengaruhi pemilih agar kepincut kepadanya.
Baca juga : Mewaspadai Kenaikan Harga Minyak Goreng
Sedangkan untuk calon yang sedang memimpin, akan berusaha mempertahankan posisinya dengan sebaik mungkin. Pertahanan mereka perketat. Kantong-kantong suara dijaga, TPS-TPS, dipantau. Agar suara mereka tidak beralih di masa-masa kritis ini. Segala serangan akan di-counter dengan disiplin melalui cara-cara yang lembut, agar tak terjadi blunder. Sebaliknya, mereka justru akan memancing emosi lawan agar semakin garang, dengan harapan ada pemainnya yang kena "kartu merah".
Injury time ini akan sangat menentukan. Jika pihak yang tertinggal mampu "mencuri gol", pertandingan bisa berlanjut ke babak tambahan alias Pilkada putaran kedua. Namun, jika pihak yang unggul mampu mempertahankan ritme, bahkan menambah "gol", maka akan game over. Pilkada akan berlangsung satu putaran.
Baca juga : Menjaga Reputasi Lembaga Survei
Untuk Bawaslu sebagai “wasit pertandingan” dalam Pilkada ini, harus jeli dalam mengamati segala tindak-tanduk calon, parpol, dan para pendukung di masa tenang ini. Jika ada yang melakukan pelanggaran, apalagi melakukan money politics, tindak tegas. Jangan dibiarkan atau pura-pura tidak tahu. Kredibilitas Pilkada harus dijaga dengan baik. Agar pemimpin-pemimpin yang terpilih benar-benar yang terbaik, bukan yang main kotor dan menghalalkan secara cara untuk menang.
Untuk masyarakat umum, tidak perlu ikut larut dalam pertarungan para calon kepala daerah di injury time ini. Masyarakat harus benar-benar memanfaatkan masa tenang ini untuk merenungkan kandidat mana yang sesuai hati nurani dan tuntunan Ilahi untuk memimpin daerah masing-masing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.