Sebelumnya
Di sinilah perlunya manajemen viral. Jangan sampai viral lebih unggul dari kebenaran dan klarifikasi.
Karena itu, segera lakukan klarifikasi untuk menghindari “goreng menggoreng” yang ujungnya tak bisa diprediksi dan dikendalikan.
Baca juga : Sentilan Untuk Perbaikan
Klarifikasi dan minta maaflah secara tulus, kalau memang terjadi kesalahan. Jangan minta maaf disertai nuansa abu-abu serta “pembelaan diri berlebihan”, apalagi diselipi muatan “menyerang”. Itu bisa memperumit situasi.
Netizen Indonesia yang dikenal paling kejam di dunia, tak bisa diajak untuk “bermain-main” seperti itu.
Baca juga : Biarkan Rakyat Tetap Tersenyum
Kita ingat bagaimana nasib wasit asal Oman yang memimpin pertandingan Indonesia Vs Bahrain di kualifikasi Piala Dunia, tahun lalu. Wasit tersebut habis diserang siang malam oleh netizen Indonesia.
Sebenarnya, Presiden Prabowo sudah mengingatkan para menteri dan para pembantunya untuk berhati-hati karena sekarang ada medsos yang mengawasi mereka. Tapi, ada saja pejabat yang “lalai”.
Baca juga : Masih Bisakah Borong Parpol?
Karena itu, para pembantu Presiden perlu memperkuat kesiapan mentalnya untuk menjadi pejabat. Bukan hanya kesiapan menghadapi viralitas, tapi, ini yang penting: siap menjaga amanah rakyat serta menjaga kepercayaan Presiden.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Minggu, 12 Januari 2025 dengan judul "Viral" Yang Kian Powerful.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.