Dark/Light Mode

Pilkada Selesai, Bagaimana Selanjutnya?

Minggu, 22 Desember 2024 05:24 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Pilkada serentak di 545 daerah sudah selesai. Pelantikan kepala daerah dijadwalkan Februari 2025. Bagaimana selanjutnya?

Jalan terus. Karena, demokrasi dan proses pemerintahan bukan sekadar datang ke TPS, nyoblos, lalu pulang menunggu hasil dan pemenang. Bukan sekadar itu. Masih ada upaya pemenuhan janji-janji kampanye serta proses mengawasi, mengontrol serta mengawal pemenang.

Bahwa ada anjuran “pemilu sudah selesai, mari kita bersatu kembali”, itu bagus. Memang begitulah semestinya. Artinya, lupakan paslon nomor 1,2,3 atau 4. Namun, bukan berarti pengawasan, kontrol dan pengawalan terhadap pemenang dilepas begitu saja. Check and balance tetap diperlukan.

Siapa pun pemenangnya, perlu diawasi, dikontrol dan dikawal. Jangan sampai menyimpang dari janji-janji kampanye. Janji-janji adalah amanah kerakyatan dan demokrasi. Di situlah esensinya.

Baca juga : 20 Tahun Untuk Quantum Leap

Siapa yang mengawasi, mengontrol dan mengawalnya? Semua elemen. Rakyat, wakil rakyat, ormas dan sebagainya. Tidak ada lagi pendukung nomor 1,2,3 atau 4. Semuanya harus bersatu, terlibat dalam proses check and balance.

Proses yang tak pernah usai itu perlu dijalankan dengan baik dan benar serta obyektif. Jangan karena paslonnya kalah, lantas kebijakan “yang benar disalah-salahkan”.

Atau sebaliknya, karena paslonnya menang, kebijakan “yang salah dibenar-benarkan”. Dicari pembenar dan dalilnya.

Ketika pemilu usai, baju atau kaos nomor 1,2,3 atau 4 harus dilepas. Yang tersisa dan terus dikenakan adalah baju kerakyatan, dengan kebutuhan, kepentingan serta hak dan kewajiban yang sama sebagai rakyat. Kembali bersatu.

Baca juga : Keadilan, Bukan Karena Sensasi

Persatuan tersebut diperlukan untuk memastikan janji-janji kampanye ditunaikan. Janji untuk melaksanakan program yang baik atau tidak melaksanakan program yang melenceng dari aspirasi rakyat.

Untuk memastikan prosesnya berjalan baik selepas pemilu atau Pilkada, pertama, dibutuhkan literasi serta pengetahuan politik yang baik. Kedua, ekosistem politik yang sehat.

Jangan sampai, dari pemilu ke pemilu, bangsa ini terus berkutat seputar kecurangan, berita hoax, netralitas aparat, politik uang dan sejenisnya.

Karena itu, semuanya perlu disiapkan supaya partisipasi bermakna dari rakyat terus meningkat dan rakyat tidak mudah “dikibuli”. Supaya tidak sekadar datang ke TPS, nyoblos, pulang, menunggu pengumuman, selesai.

Baca juga : Uniknya Politik Biaya Tinggi

Pengetahuan dan literasi yang baik, akan melahirkan politik yang sehat serta pemimpin yang lebih baik dan berintegritas.

Karena itu, ketika pemilu atau pilkada berlalu, proses politik dan pemerintahan serta demokrasi belumlah usai. Jalan terus. Berkelanjutan. Karena itu, dibutuhkan iklim yang sehat. 

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Minggu, 22 Desember 2024 dengan judul "Pilkada Selesai, Bagaimana Selanjutnya?"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.