Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Heboh kasus korupsi timah Rp 300 triliun yang sempat menguncang negeri ini, kemarin memasuki tahap vonis. Bagaimana selanjutnya?
Mestinya, ada perbaikan total dan berkelanjutan mengenai tata niaga timah. Jangan sekadar sebatas vonis, lalu selesai. Karena, dalam beberapa kasus, seringkali “vonis” dipersepsikan sebagai “selesai”.
Tahap persidangan di tingkat pertama memang “selesai” tapi bukan berarti sudah beres. Ini perlu kita ingatkan, karena beberapa kasus yang sangat heboh dan menyita perhatian, tidak berdampak signifikan bagi perbaikan sistem. Sekadar heboh. Selesai.
Sepanjang 2024 misalnya, kita bisa mengingat banyak sekali kasus yang menyita perhatian namun perlahan-lahan meredup. Bahkan usianya hanya beberapa minggu. Nyaris tak ada perbaikan. Minim dampak serta perubahan signifikan.
Baca juga : Pilkada Selesai, Bagaimana Selanjutnya?
Yang sering kita dengar hanya janji “akan menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran serta momentum perbaikan”. Begitu saja siklusnya.
Rakyat tidak sekadar ingin melihat penuntasan kasusnya secara serius, adil, transparan, konsisten, menyeluruh dan berkelanjutan. Tidak sekadar itu. Rakyat juga membutuhkan dampak signifikan dan sistematis untuk perbaikan total penegakan hukum, lembaga lembaga hukum, termasuk pemberantasan korupsi yang sudah sangat akut menggerogoti banyak lembaga.
Kasus-kasus heboh tersebut mestinya menyasar dan menyabut akar masalahnya supaya tidak tumbuh lagi. Jangan sampai bangsa ini hanya diper tontonkan drama yang ditayangkan silih berganti dan terus diputar ulang.
Komisi III DPR dalam salah satu rapat kerja, sebenarnya sempat melahirkan “kesimpulan” untuk memanggil semua pihak terkait evaluasi dan pertanggungjawaban atas kasus-kasus yang sudah inkracht. Terhadap kasus-kasus tersebut akan ditanyakan: kemana ujungnya dan bagaimana kelanjutannya.
Baca juga : 20 Tahun Untuk Quantum Leap
Namun, sampai sekrang, kita masih menunggu aksi konkret serta tindak lanjutnya. Semoga bukan sekadar wacana. Karena, banyak sekali kasus yang “heboh lalu tenggelam” yang butuh kejelasan.
Sebut misalnya, heboh pinjaman serta judi online, makelar kasus di dunia peradilan, problem aparat penegak hukum, heboh kasus tambang, kasus-kasus korupsi dan sebagainya.
Rangkaian kehebohan ini semestinya membuahkan perbaikan signifikan dan positif bagi bangsa ini. Membuahkan perbaikan secara sistematis serta menuntaskan kasus-kasus tanpa pandang bulu.
Rakyat berharap dan sangat yakin, karena Presiden Prabowo tampaknya sangat bersemangat untuk mencegah kebocoran, melawan dan memberantas korupsi, bahkan akan mengejar koruptor sampai ke Antartika. Rakyat menunggu kabar baik dan aksi konkret dari tekad pemberantasan korupsi tersebut.
Baca juga : Keadilan, Bukan Karena Sensasi
Kita berharap, di awal 2025, menjelang 100 hari pemerintahan Prabowo Gibran, rakyat bisa tersenyum karena ada banyak kabar baik, antara lain, kebijakan serta aksi konkret dalam upaya pemberantasan korupsi.
Misalnya, menseriusi UU Perampa san Aset yang sekarang “mandek”. Itu hanya salah satu. Semoga masih banyak kabar baik serta upaya lainnya. Bukan hanya sekadar heboh. Kita tunggu saja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.