RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto perlu menertibkan dan meluruskan kembali barisan anak buahnya. Kasus beberapa stafsus, utusan khusus serta dua menteri yang viral, kemarin, menggambarkan bahwa kekompakkan, koordinasi serta etika pejabat publik menjadi PR serius bagi pemerintah.
Menteri pertama yang viral yakni Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Satryo Brodjonegoro. Dia didemo para ASN-nya sendiri, di kantornya. Mobil dinasnya, RI 25, dihadang dan digeruduk sambil diteriaki “turun… turun…!”. Ini tidak pernah terjadi di kabinet-kabinet sebelumnya.
Pak Menteri dianggap tidak bijak, karena suka main tampar dan mudah mengancam pegawai. Pejabat Kemendikti Saintek sudah memberikan bantahannya.
Menteri kedua yang viral yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang dianggap berselisih sikap dengan TNI Angkatan Laut.
Baca juga : Pagar, Vonis, Dan Isu Strategis
TNI AL sudah mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo untuk membongkar pagar laut sepanjang 30 km di Tangerang, tapi Menteri KKP sempat meminta supaya pagar tersebut tidak dibongkar.
Jangan sampai kasus Gus Miftah terulang. Utusan Khusus Presiden, Gus Miftah tidak menunggu waktu lama untuk menyatakan mundur setelah dinilai mengolok-olok penjual es teh. Gus Miftah hanya menjabat selama 46 hari.
Merapatkan dan menertibkan barisan perlu diingatkan, karena dalam beberapa bulan ini muncul kasus-kasus yang menyita perhatian publik.
Selain kasus Gus Miftah, juga ada kasus pemerasan terhadap penonton konser DWP asal Malaysia, kasus vonis “janggal” dalam kasus timah, penyitaan uang hampir satu triliun dari mantan pejabat Mahkamah Agung yang diduga menjadi makelar kasus. Lalu ada kasus mobil dinas RI 36, dan sekarang kasus mobil dinas RI 25, serta heboh pagar laut misterius di Tangerang.
Baca juga : Etika Pejabat Ibarat Akar
Kasus-kasus ini bisa mencerminkan tata kelola pemerintahan, penegakan hukum, serta hubungan yang berkelindan antar banyak pihak dan kepentingan.
Di sinilah perlunya negara menunjukkan kehadiran, ketegasan dan keberpihakannya. Sehingga, tumbuh kepercayaan, trust dari rakyat, yang sejauh ini masih menjadi barang mahal di Indonesia.
Walau karut marut ini tampak cukup berat, bahkan ada kesan “harus memulainya dari mana”, Presiden Prabowo perlu segera membereskannya. Jangan berlarut-larut sehingga berpotensi menjadi bola liar yang memantul kemana-mana.
Setelah pembekalan dan retret Oktober 2024 lalu, barisan perlu dirapatkan dan ditertibkan kembali. Jangan sampai kegaduhan demi kegaduhan terus terjadi.
Baca juga : Dewi Keadilan: Senang, Kecewa
Para pembantu Presiden harus kompak berada di bawah komando Presiden Prabowo. Jangan membebani Presiden dengan hal remeh temeh dan langkah-langkah kontroversi.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.