Sebelumnya
Jangan sampai ada pengurus yang punya konflik kepentingan. Misalnya, ngurus klub, juga merangkap ngurus PSSI. Pengurus jangan mencari makan di PSSI, tapi memberi makan dan membesarkan PSSI. Cari uang iya, tapi untuk PSSI. Untuk sepakbola Indonesia.Karena itu, pengurus PSSI harus digaji. Profesional. Ramping tapi benar-benar bekerja.
Gajinya dari mana? Ya, dari dana yang dicari secara profesional oleh PSSI. Karena PSSI organisasi besar. Penggemar sepak bola banyak. Laku dijual. Sponsornya banyak. Reformasi penting, tapi jangan juga ada penumpang gelap, menyusup, cari panggung di PSSI.
Mungkin ingin membesarkan PSSI, memajukan sepak bola Indonesia, tapi niatnya tidak lurus. Kalau begini, sepak bola Indonesia tetap kacau. Kembali ke reformasi total. Kalau ini yang terjadi, lalu siapa yang menjalankan PSSI? Bukankah PSSI masih membutuhkan mereka yang punya pengalaman? Ya, tugas ketua umumlah yang mencari formula itu.
Harus benar-benar dipilih dan dipilah. Memang, tidak semua pengurus PSSI jelek. Ada juga yang baik. Banyak. Tapi, dalam sistem yang kacau, sulit membedakan mana yang baik dan tidak. Memakai mereka yang berpengalaman memang penting. Mereka sudah tahu caranya. Tapi, ini seperti pisau bermata dua.
Baca juga : Cikal Bakal Debat Capres
Biasanya, ini bekerja positif dalam sistem yang tertib dengan budaya yang sangat baik. Bukan dalam sistem yang keruh. Karena, kalau masih ada potensi bercampurnya budaya lama dan budaya baru, lewat oknum-oknum yang dipakai oleh kepengurusan baru, dikhawatirkan reformasi akan gagal. Seperti politik Indonesia. Ini perlu dihindari.
Jangan sampai keluar dari mulut singa, masuk ke mulut harimau. Sembari melakukan reformasi total, Satgas Anti Mafia Bola yang sekarang dikendalikan Polri, perlu terus bekerja. Jangan kendor. Satgas memegang peranan penting dalam memberantas budaya lama yang kurang baik dan melahirkan budaya baru yang baik dan segar. Kita lihat dan tunggu sampai April, apa yang akan terjadi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.