Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Golput atau mereka yang tidak memilih pada Pilpres 2019 bisa terjadi karena satu alasan: berlibur. Karena, pemilu 2019 berbarengan dengan cukup banyak hari libur. Pertama, Rabu (17/4) Pemilu, libur. Disusul Kamis (18/4) libur Paskah, Jumat (19/4) libur Jumat Agung, dan akhir pekan Sabtu-Minggu (20-21 april).
Baca juga : Cikal Bakal Debat Capres
Ini terutama bagi mereka yang beragama Kristen. Bagi yang tidak merayakan Paskah, terutama para pemilih galau, juga bisa ikut-ikutan libur. Bisa di dalam negeri, bisa keluar negeri. Ini cukup mengkhawatirkan bagi politisi atau capres yang memiliki konstituen yang merayakan Paskah.
Karena, berpotensi mengurangi dukungan. Sebaliknya, menguntungkan kompetitornya. Tentu saja, juga mengurangi kualitas pemilu. Jumlah pemilih pada Pemilu 2019 mencapai 185 juta jiwa. Beberapa lembaga survei menyebut jumlah swing voters(pemilih yang masih belum menentukan pilihan) mencapai 30-35 persen atau sekitar 50-65 juta jiwa. Ini cukup besar.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.