BREAKING NEWS
 

Katarsis Bukan Hanya Bola

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Kamis, 27 Maret 2025 07:14 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - “Timnas Dulu, Baru Mudik,” demikian tulisan di salah satu spanduk yang dibentangkan penonton di laga Timnas Indonesia melawan Bahrain, Selasa (25/3/25) lalu. 

Sebegitu pentingkah sepak bola sehingga bisa mengalahkan mudik? Bagi sebagian orang, memang sangat penting. Karena itulah, mengapa sepak bola perlu diurus dengan benar dan berada di tangan yang tepat. 

Sepak bola menjadi katarsis, pelampiasan serta melepaskan berbagai ketegangan, masalah dan beban hidup. Termasuk beban untuk mudik. 

Di beberapa negara, terutama di Amerika Latin, sepak bola menjadi “agama” kedua. Di Brazil, sepak bola menjadi salah satu penghasil devisa terbesar lewat pemainnya yang tersebar di seluruh dunia. 

Beberapa perang di dunia, juga berhenti sementara karena tentaranya ingin menonton sepak bola terlebih dahulu. 

Baca juga : Mudik, Rebound, Dan Piala Dunia

Mudik juga ditunda karena ingin nonton timnas. Untungnya Indonesia menang. Lega. Ada “THR” dan kebahagiaan sebelum mudik. Terima kasih Timnas. 

Tahun ini, berdasarkan riset Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik di perkirakan akan berkurang jauh dibanding tahun lalu. Salah satu penyebabnya: faktor ekonomi. Daya beli menurun. 

Kemenangan Timnas atas Bahrain, untuk sejenak, bisa melepaskan beban itu. Karena itu, menjaga sepak bola sebagai hiburan, alat pemersatu, katarsis, kebanggaan bangsa dan sebagai alat terapi, menjadi wajib. Sama dengan kewajiban menjaga budaya bangsa.

Adsense

Itulah mengapa, sepak bola, termasuk Timnas, perlu dipegang oleh orang yang tepat dan mengerti serta menghayatinya. 

Beberapa tahun lalu, timnas dan sepak bola Indonesia seringkali mengundang kekhawatiran. Bahkan sebagian orang mengganggapnya “bisa mengganggu kejiwaan” karena sering kalah dan bermasalah. 

Baca juga : Mudik Dan Kebijakannya

Sekarang, kondisinya membaik. Peluang ke Piala Dunia 2026 terbuka. Laga melawan China dan Jepang di bulan Juni 2025 menjadi sangat krusial. 

Kalau dua pertandingan tersebut bisa dimenangi Indonesia, peluang untuk bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026, terbuka cukup lebar. 

Kalau pun tidak bisa lolos langsung, masih ada peluang lolos lewat babak play-off yang akan dimainkan Oktober 2025.

Ke depan kita berharap, bukan hanya Timnas yang berkembang dan terbang tinggi, tapi juga sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Mulai dari pembinaan usia dini, infrastruktur seperti stadion, suporter, wasit, dan kompetisi liga Indonesia, juga harus berkembang sehat dan baik. Bukan hanya Timnasnya. 

Baca juga : Investor, Antara Percaya Dan Cinta

Dengan demikian, kita bisa berseru: Timnas Yes, sepak bola Indonesia juga Yes. Mudik aman dan nyaman, juga Yes.

Dan yang tak kalah penting, sepak bola tidak bisa selamanya menjadi katarsis, atau sebagai pelampiasan segala masalah, ekonomi, sosial, politik dan sebagainya. 

Katarsis terbaik adalah secara serius menghilangkan masalah itu sendiri. Jangan hanya mengandalkan sepak bola. Karena, euforia kemenangan hanya berlangsung beberapa hari setelah 2 x 45 menit. Setelah itu, hidup dan rutinitas kembali normal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense