Dark/Light Mode

Melupakan Banjir Dan “Oknum”

Minggu, 9 Maret 2025 05:50 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Apakah penanganan bencana banjir kali ini akan “hangat-hangat tahi ayam”? Atau, akan ada solusi dan dituntaskan?

“Hangat-hangat tahi ayam” layak diajukan, karena “budaya” ini sering kali terjadi ketika menghadapi suatu kasus atau masalah.

Masalah banjir misalnya, mestinya tidak hangat-hangat tahi ayam, atau hanya heboh seminggu-dua minggu, kemudian dilupakan.

Baca juga : Banjir Lagi, Ditunggu Aksinya

Penanganan banjir harus gas pol. Sampai tuntas. Apalagi sudah sering terjadi. Kajian dan riset serta masukan dari para ahli, juga sudah banyak disampaikan.

Karena itu, dibutuhkan konsistensi, kesinambungan, dan koordinasi dalam satu orkestrasi. Sehingga eksekusinya bisa cepat dan lancar. Jangan hangat-hangat tahi ayam atau semangat di awal-awalnya saja.

Ini perlu diingatkan, karena beberapa pejabat seringkali terlalu bersemangat di awal-awal. Ketika baru dilantik, gerakannya luar biasa. Sat-set. Cepat sekali. Sayangnya, itu tidak bertahan lama. Hanya sebentar, kemudian kembali “normal”.

Baca juga : Negeri Siaga Bencana

Kekhawatiran bahwa persoalan banjir akan berujung “hangat-hangat tahi ayam” bukan tanpa alasan. Sudah ada polanya.

Sebelumnya, banyak kasus atau isu yang sempat heboh dan sangat menyita perhatian, namun akhirnya terlewatkan begitu saja. Tak bisa melahirkan perbaikan sistem serta kelembagaan. Tak memberi pelajaran penting.

Seringkali yang menonjol hanya imbauan “mari kita ambil hikmahnya”. Atau, “mari kita jadikan kasus ini sebagai momentum perbaikan”.

Baca juga : Cambuk Klasemen “Liga Korupsi”

Kasus-kasus yang melibatkan aparat penegak hukum, kasus korupsi puluhan triliun bahkan ratusan triliun serta kasus-kasus yang masuk daftar “klasemen liga korupsi Indonesia”, sejauh ini, hanya menghukum “oknumnya”.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.