BREAKING NEWS
 

Antara Rambut Dan Kursi

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Minggu, 26 Oktober 2025 06:05 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Lagi-lagi Purbaya. Menteri Keuangan ini, dering telepon dan rambutnya pun bisa jadi perhatian. Namun, bukti sahihnya tetaplah kinerja. Hasilnya. Dampaknya ke rakyat.

Rabu pagi (22/10/25), Purbaya melakukan inspeksi mendadak, sidak, ke Bea Cukai. Ini bukan yang pertama kalinya dia “memelototi” institusi yang menjadi salah satu sumber utama penerimaan negara itu.

Usai sidak, Purbaya langsung menuju kantornya di Lapangan Banteng. Begitu turun dari mobil, wartawan sudah menunggu. Rambutnya terlihat agak acak-acakan. Belum sempat disisir.

Di tengah wawancara, ponselnya tiba-tiba berdering. Dengan sigap, Purbaya mematikannya. Wartawan tersenyum. Dia pun menjelaskan dengan enteng, tak tahu kenapa ponselnya bisa menyala sendiri. Wawancara dilanjutkan. Purbaya kembali serius.

Baca juga : Revolusi “John Wayne of Finance”

Sekilas, hal-hal humanis seperti ini tampak sepele. Tapi publik justru menyukai sisi-sisi ringan semacam ini. Publik merasa terkoneksi. Ada kesan manusiawi, spontan, dinamis dan tidak dibuat-buat.

Apakah semua ini di-setting? Tampaknya tidak. Purbaya terlihat natural. Kalau politisi, mungkin wajar dicurigai sedang melakukan pencitraan, apalagi menjelang pemilu. Tapi untuk Purbaya, yang sejauh ini tidak menunjukkan aura politisinya, kesan yang muncul justru sisi otentiknya.

Adsense

Bagi rakyat, penampilan bukanlah ukuran. Yang penting hasil dan dampak nyata. Itulah beban besar Purbaya, yang seolah “menggendong” seluruh kabinet. Dia harus membuktikan bahwa gebrakannya bukan sekadar simbol atau “anget-anget tai ayam”.

Beruntung dia mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo. Setiap langkahnya, tampaknya sudah sepengetahuan Presiden. Dia memperoleh “mandat” untuk melakukan bersih-bersih terhadap siapa pun. Tanpa dukungan itu, sosok yang baru melejit ini bisa saja digoyang dengan mudah.

Baca juga : “Sistem Antibocor Super Sensitif”

Di sinilah peran Presiden Prabowo sebagai manajer, konduktor dan penyeimbang, menjadi krusial. Apalagi Purbaya bukan bagian dari lingkar inti kabinet sejak awal. Dia “anak baru” yang tiba-tiba jadi rising star. Potensi gesekan serta rasa tidak nyaman di antara pejabat lama tentu perlu dijaga agar tidak menjadi batu sandungan.

Karena itu, semua menteri, termasuk Purbaya butuh peran yang jelas dan target yang terukur. Di sini, publik akan menilai hasil akhirnya. Kinerja mereka.

Sejauh ini, gebrakan-gebrakan Purbaya sudah membuahkan citra positif. Namun, untuk melangkah lebih jauh, Purbaya harus membuktikan kapasitasnya secara nyata.

Rakyat ingin melihat kinerja dan bukti. Bukan sekadar rambut yang lupa disisir atau kemeja batik yang dikenakannya. Karena, bangsa ini sudah terlalu sering terkecoh oleh sisi-sisi ringan yang justru menutupi substansi dan persoalan penting.

Baca juga : “Trilogi Utang”

Kalau Purbaya mampu menunjukkan hasil nyata, ketegasan serta kinerja luar biasa, maka publik bisa bergumam atau bahkan berteriak: dia benar-benar layak melompat lebih tinggi dan duduk di kursi yang lebih terhormat. Semua itu, waktu yang akan menjawab. 

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 26 Oktober 2025 dengan judul "Antara Rambut Dan Kursi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense