RM.id Rakyat Merdeka - Pekan ini perhatian publik mungkin lebih banyak tertuju pada isu-isu politik yang gaduh. Padahal, di balik layar, ada pekerjaan yang terasa “senyap” tapi sangat menentukan.
Apa itu? Penyusunan APBN 2027. Awal Juli ini, penyusunan APBN 2027 mulai bergerak. Kementerian Keuangan menyiapkan kerangka fiskal. Kementerian dan lembaga mulai mengajukan anggaran. DPR pun bersiap memasuki pembahasan. Beberapa kepala daerah juga mulai kasak-kusuk untuk “belanja program dan proyek” di Pusat.
Untuk tahun 2027, kebutuhan anggarannya mencapai Rp 8.743,45 triliun. Menkeu Purbaya bersama DPR sepakat membidik pertumbuhan ekonomi tinggi dengan tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”.
Bagi sebagian orang, berita seperti ini terasa membosankan. Tidak “seksi”. Tidak ada drama. Tidak ada saling serang. Tidak ada kontroversi yang ramai diperbincangkan. Padahal, justru inilah salah satu proses politik paling penting setiap tahun.
Baca juga : Ketika Kebisingan Jadi Industri
Mengapa? Karena APBN bukan sekadar kumpulan angka. APBN adalah daftar pilihan negara. Uang selalu terbatas, sementara kebutuhan hampir tidak ada batasnya.
Setiap keputusan membiayai satu program berarti ada program lain yang harus menunggu atau dipinggirkan.
Memilih membangun bendungan bisa berarti menunda pembangunan rumah sakit. Mengurangi anggaran makan bergizi bisa berarti menambah ruang bagi program lain. APBN akan menentukan apa dan siapa yang didahulukan.
Bayangkan sebuah keluarga yang penghasilannya tetap. Atap rumah bocor. Anak ingin kuliah. Motor rusak. Orang tua ingin menabung. Semua kebutuhan itu masuk akal. Logis. Penting. Tetapi uangnya tidak cukup. Maka yang dibutuhkan bukan menunggu keajaiban, melainkan keberanian menentukan prioritas. Negara bekerja dengan logika yang sama, hanya skalanya jauh lebih besar.
Baca juga : Ide Besar Saja Belum Cukup
Karena itu, pembahasan APBN bukan sekadar soal angka atau grafik. Ini soal arah dan model pembangunan. APBN adalah pesan kepada rakyat: inilah yang kami anggap paling penting. Program lain, sabar dulu. Tunggu giliran.
Momentum penyusunan APBN 2027 juga menarik karena waktunya. Tahun 2027 merupakan awal “tahun politik” menuju Pemilu 2029. Sekarang saja sudah mulai memanas.
Dalam situasi seperti ini, godaan menggunakan anggaran untuk membangun citra politik akan semakin besar. Termasuk di level daerah. Baik bagi parpol maupun para kepala daerah.
Di sinilah publik perlu “memeloti” secara serius dan cermat. Jalan baru memang mudah difoto. Gedung baru mudah diresmikan. Bantuan tunai cepat mengundang tepuk tangan. Tetapi memperbaiki kualitas guru, memperkuat layanan kesehatan, membangun riset, atau mereformasi birokrasi sering tidak menghasilkan sorotan yang sama. Padahal, manfaatnya justru jauh lebih panjang dan strategis.
Baca juga : Harga Sebuah Janji Mulia
Karena itu, ketika pembahasan APBN 2027 mulai berjalan, jangan buru-buru menganggapnya sebagai urusan teknis para ahli.
Justru di dalam dokumen itulah kita bisa membaca wajah dan arah bangsa ini sesungguhnya. Karena Anggaran atau APBN akan menunjukkan apa yang benarbenar dipilih untuk dikerjakan. Untuk rakyat.
Kalau ingin tahu apa dan siapa yang sesungguhnya diprioritaskan tahun depan, pelototi dan cermatilah APBN 2027. Ini sangat penting. Sangat menentukan arah dan wajah bangsa serta kehidupan kita semua.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.