Sebelumnya
Di mata pegiat HAM, Arab Saudi memiliki catatan buruk tentang HAM. Kasus terbunuhnya wartawan Jamal Khashoggi di Istanbul pada 2018, intervensi militer Saudi ke Yaman dan tindakan ekstra keras terhadap perbedaan pendapat dinilai menodai reputasi negara kerajaan itu. Direktur Amnesty International Inggris, Kate Allen, sangat menyoroti isu ini.
Beberapa pemilik klub besar Liga Inggris, seperti MU, Liverpool dan Tottenham Hotspur kabarnya ikut menolak kehadiran juragan besar dari Arab Saudi. Manchester City tidak ikut mempertanyakan, karena kepemilikan mayoritas Abu Dhabi atas City Football Group, juga kerap menjadi sorotan.
Baca juga : Nyanyian Azis, Menunggu Dewas
Selain sportswashing, alasan penolakan beberapa klub ini juga karena kekhawatiran terhadap “UEFA Financial Fair Play Regulations”. Regulasi ini mengharuskan persaingan sehat. Jangan membeli kesuksesan dengan cara “besar pasak daripada tiang”.
Istilah sportswashing muncul di era 90-an. Praktiknya sih sudah sangat lama. Misalnya, Hitler dengan Olimpiade 1936-nya. Atau, Presiden Filipina Ferdinand Marcos, saat menggelar pertandingan tinju kelas berat Muhammad Ali vs Joe Frazier, yang dikenal sebagai “Thrilla in Manila” pada 1975. Banyak lagi event lain yang dituding sebagai sportswashing.
Baca juga : "Mengutuk Ingatan"
Dalam kasus pembelian Newcastle United oleh putra mahkota Arab Saudi, kelompok suporter Newcastle ditanya sikapnya. Mereka serentak menjawab: setuju. Pihak Liga Inggris juga oke. Tidak ada masalah.
Bagi suporter, tak peduli bolanya dari mana, yang penting bisa terjaring ke gawang lawan. Gol. Bisa bahagia menyaksikan klub kebanggaannya menang.
Baca juga : Komunis Dan Korupsi
Pemilik juga punya “goal” yang lain. Yang lebih besar dan luas. Tidak sekadar menang kalah di lapangan hijau. Walau harus merogoh kocek sampai triliunan rupiah. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.