Dark/Light Mode

Skenario 20 Tahun

Selasa, 14 September 2021 07:23 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Osama Bin Laden ingin mengubah dunia. Benar, dunia memang berubah. Tapi, bukan seperti skenario yang dia inginkan. Amerika Serikatlah yang menyusun skenarionya. Dimana posisi kita?

Skenario AS itu dijalankan selama 20 tahun terakhir. AS “menciptakan dunia baru”. Dunia pun berubah, mulai dari naik pesawat yang tak lagi santai, sampai keterlibatan Paman Sam yang kian dalam, terutama di Timur Tengah.

Hari ini, 14 September 20 tahun lalu, Osama bin Laden, mulai diburu. Afghanistan diserang untuk mengejar Osama. Osama tewas. Amerika berhasil menumpas teroris. Setelah Osama tewas, Amerika tak berhenti. Ada misi lain: mengubah dunia.

Berita Terkait : Heboh “Nyanyian” Krisdayanti

Sampai 20 tahun kemudian Amerika menyadarinya: kita salah. Kita terlampau jauh melangkah. Sumberdaya manusia dan finansial terkuras sangat dalam. Dunia tak bisa diubah dalam sekejap sesuai kehendak dan skenario.

Amerika kalah dan mundur dari Afghanistan. Kerugiannya sangat besar. Seperti dilaporkan Forbes, Amerika menghabiskan sekitar 300 juta dolar AS per hari. Selama 20 tahun. Kalau dirupiahkan, sekitar Rp 28.600.000.000.000.000. Setara 10 tahun APBN Indonesia.

Selama 20 tahun, ketika Amerika sibuk, kepo dengan negara lain, China menyodok. Menguasai (ekonomi) dunia, giat dengan skenarionya sendiri. Namanya: Satu Sabuk Satu Jalan atau One Belt One Road (OBOR).

Berita Terkait : Dua Isu BPK

“Sabuk” adalah transportasi darat dan rel kereta. Sedangkan “Jalan” mengacu kepada rute laut atau Jalur Sutera modern. Investasinya, China. Pusatnya juga di China.

Skenario pembangunan global ini melibatkan 152 negara dan organisasi internasional. Di Asia, Eropa, Afrika, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika. Termasuk Indonesia.

Proyek besar ini ditarget selesai pada 2049. Tepat ulang tahun ke-100 pemerintahan Republik Rakyat Tiongkok.
 Selanjutnya