RM.id Rakyat Merdeka - Tuan rumah Amerika Serikat (AS) akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga akan digelar di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Kamis (2/7/2026), pukul 05.00 WIB. Tuan rumah ngebet lolos ke babak 16 besar sekaligus memutus rekor buruk belum pernah menang melawan tim Eropa.
AS melaju ke fase gugur setelah memuncaki Grup D dengan raihan enam poin. Skuad asuhan Mauricio Pochettino ini, menang 4-1 atas Paraguay, 2-0 atas Australia, dan takluk 2-3 dari Turki di laga pamungkas grup.
Sedangkan Bosnia dan Herzegovina tampil terseok-seok di dua laga awal fase Grup B. The Dragons yang diarsiteki Sergej Barbarez bermain imbang 1-1 kontra Kanada, dibantai Swiss 4-1, dan menang meyakinkan menumbangkan Qatar 3-1. Mereka finis sebagai peringkat ketiga terbaik setelah mengumpulkan empat poin.
AS diperkirakan akan mengandalkan penyerang Christian Pulisic yang telah pulih dari cedera betis. Pulisic bakal disokong Timothy Weah serta Folarin Balogun yang telah mengemas dua gol di fase grup. Di lini tengah, AS diprediksi kembali bertumpu pada duet Weston McKennie, Gio Reyna, dan Tyler Adams untuk membangun serangan.
Sementara, Bosnia dan Herzegovina diproyeksikan kembali akan bertumpu pada penyerang veteran Edin Džeko yang diperkuat talenta muda Kerim Alajbegovic serta gelandang Ermin Mahmić. Bosnia dan Herzegovina kemungkinan akan main rapat dan pertahanan yang disiplin untuk menutup ruang gerak lawan dan meminimalkan risiko kebobolan. Selain itu, mereka akan mengandalkan pemain yang bertubuh rata-rata tinggi untuk mengeksekusi peluang dari bola mati.
Baca juga : Dilanda Panas Esktrem, 1.300 Orang Meninggal: Eropa Terpanggang
AS dan Bosnia-Herzegovina tercatat sudah bertemu 3 kali di laga persahabatan. AS unggul head to head dengan memenangkan 2 laga dan 1 laga lainnya berakhir imbang.
Bagi AS, status tuan rumah kali ini merupakan kedua kalinya, setelah pada Piala Dunia 1994 menjadi tuan rumah tunggal. Saat itu, The Yanks sempat menembus babak 16 besar sebelum langkahnya terhenti setelah dikalahkan Brazil.
AS punya rekor buruk, kalah dalam 10 pertandingan beruntun melawan tim Eropa sejak Maret 2021. Pelatih AS Mauricio Pochettino bahkan telah menelan enam kekalahan dari tim Eropa sejak jadi arsitek Oktober 2024.
Kapten AS Tim Ream sudah siap menghadapi laga krusial nanti. Dia tak merasa tertekan sebagai tuan rumah. "Saya merasa tak terlalu tertekan," katanya.
Kata Ream, fokus utama tim saat ini meningkatkan performa skuad. Dia memprediksi, Bosnia dan Herzegovina tak hanya akan bermain bertahan. Apalagi melihat kejutan Paraguay dan Australia saat kontra AS di laga penyisihan grup.
Baca juga : MK Putuskan Kepala Daerah Dipilih Langsung Oleh Rakyat
Dia pun meminta rekan-rekannya adaptif membaca situasi pertandingan di lapangan. "Kami harus menghadapi apa pun yang di luar ekspektasi. Harus punya solusi atas situasi apa pun," ucapnya.
Folarin Balogun, penyerang Timnas AS, juga ingin rekannya berkonsentrasi penuh. Sebab fase ini penentu nasib tim di turnamen. "Kalau kamu kalah, kamu pulang," kata pemain berusia 24 tahun ini.
Balogun merasakan atmosfer kompetisi yang semakin meningkat di seluruh pemain. Para pemain seperti mendapat motivasi tambahan agar langkah mereka tak terhenti lebih awal.
Dia berambisi membawa negaranya melangkah sejauh mungkin melampaui pencapaian sejarah mereka di turnamen-turnamen sebelumnya. "Para pemain akan membuktikan kualitasnya di bawah tekanan besar fase gugur. Kami tak ingin terhenti di sini," tegasnya.
Chris Richards, bek AS berharap, catatan buruk kontra Eropa bisa diakhiri oleh generasi timnas saat ini. Namun, dia memilih fokus memenangkan pertandingan tanpa memikirkan catatan masa lalu AS melawan tim Eropa.
Baca juga : Kemhan Hentikan Latihan Militer Pengelola Kopdes, Diganti Dengan Bela Negara
"Mau kami 100 menang beruntun, 100 kali kalah beruntun, kami hanya ingin mencoba memenangkan pertandingan," tuturnya.
Dari pihak Bosnia dan Herzegovina, pelatih Sergej Barbarez bangga atas pencapaian tim asuhannya mencetak sejarah lolos ke fase gugur. Sebab, mereka terakhir kali bermain dalam Piala Dunia 2014 dan hanya sampai babak grup.
Barbarez menegaskan, Bosnia dan Herzegovina siap memberikan yang terbaik demi suporter di fase gugur dan melangkah lebih jauh. "Kami tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Kami ingin terus mencetak sejarah. Akan sangat menyenangkan merayakan sejarah bersama para penggemar saat kami kembali nanti," ujar Barbarez, seperti dikutip laman FIFA.
AS punya keuntungan bermain di kandang dengan dukungan supporter dan kualitas individu yang sedikit lebih baik dibanding Bosnia dan Herzegovina. Meskipun begitu, Bosnia dan Herzegovina bukan lawan yang mudah dikalahkan. Mereka menunjukkan karakter kuat sepanjang turnamen dan beberapa kali berhasil mengejutkan lawan melalui pertahanan rapat serta efektivitas serangan balik.
Mampukah tiket 16 besar diraih tuan rumah? Atau Bosnia dan Herzegovina kembali memberi kejutan sebagai underdog?
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.