BREAKING NEWS
 

Gahar di New York, Djoker Incar AS Terbuka

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 31 Agustus 2020 05:40 WIB
Petenis rangking satu dunia, Novak Djokovic. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Novak Djokovic berhasil mengalahkan petenis Kanada Milos Raonic pada final ATP Western & Southern Open 2020 kemarin pagi WIB di New York, Amerika Serikat. Kemenangan itu dia raih dengan skor, 1-6, 6-3, 6-4.

Mengutip ATP, kemenangan tersebut telah menambah berbagai catatan positif dalam karier Djokovic. Termasuk memenangkan gelar ke-80 dan meningkatkan statistik menang-kalah di semua laga tahun ini (23-0) atau 11-0 dari sepanjang pertemuannya dengan Raonic.

Selain itu, Djoker, julukan Djokovic juga sudah merengkuh gelar ATP Masters Series ke-35 atau sama dengan rekor sepanjang masa yang dipegang Rafael Nadal.

Di sisi lain, Raonic malah belum pernah menang dalam 63 laga Master Series. Turnamen Western & Southern Open yang biasanya bergulir di Cincinnati terpaksa dimainkan di New York karena pandemi covid-19.

Baca juga : Juara Western-Southern, Djoker Nafsu Raih Gelar di US Open

Situasi ini cukup menguntungkan para pesertanya karena menggunakan venue National Tennis Center yang menjadi tempat berlangsungnya AS Terbuka. Selanjutnya, Djokovic akan melanjutkan perburuan merebut gelar AS Terbuka yang keempat atau Grand Slam ke-18 sepanjang karier profesionalnya.

Dia akan berhadapan dengan petenis Bosnia Herzegovina Damir Dzumhur (peringkat 107) pada babak pertama, dini hari nanti WIB.

Adsense

Tahun ini, ATP/WTA Cincinnati dipindahkan dari Cincinnati, Ohio, ke New York karena pandemi Covid-19. Dengan meng- gabungkan dua turnamen besar pada tempat yang sama, Asosiasi Tenis AS (USTA) membatasi ruang gerak semua partisipan agar tak muncul dan terjadi penularan Covid-19.

”Pekan ini telah menjadi pekan yang penuh tantangan secara mental dan emosi agar saya bisa tetap waras dan bermain pada level tinggi. Belum pernah kalah pada tahun ini menambah rasa percaya diri pada setiap pertandingan,” ujarnya.

Baca juga : Tiba Di Bareskrim, Djoko Nunduk Terus

Tampil untuk pertama kalinya sejak turnamen tenis dihentikan pada Maret karena pandemi Covid-19, Djokovic tidak berada dalam kondisi fit. Rasa sakit di leher membuatnya terganggu saat melakukan servis. Petenis yang juga menjadi presiden asosiasi petenis, sebagai bagian dari ATP, ini disibukkan dengan urusan organisasi.

Dia membuat asosiasi petenis putra profesional (PTPA) yang terpisah dari ATP. Meski demikian, Djokovic tetap bisa menjaga fokus dalam turnamen yang digelar tanpa penonton ini.

Saat tampil pada semifinal, misalnya, dia mampu menjaga kesabaran dan fokus ketika lawannya, Roberto Bautista Agut (Spanyol), tinggal membutuhkan dua poin untuk memenangi laga. Akhirnya Djokovic menaklukkan Agut 4-6, 6-4 7-6 (7-0).

Dalam final, petenis yang terinfeksi Covid-19 pada Juni ini mampu bangkit setelah kalah telak pada set pertama. Dia kehilangan set ini hanya dalam waktu 30 menit. Sepanjang pertandingan, Djokovic sering memegangi leher dan perut, memperlihatkan rasa tak nyamannya.

Baca juga : Covid-19 di New York Menjinak, Djoker-Nadal Dipastikan Ikut US Open

”Saya bermain terlalu pelan pada awal, tetapi secara keseluruhan rasanya cukup baik. Apalagi, Milos adalah petenis dengan servis bagai roket yang sangat sulit dikembalikan. Mental saya harus benar-benar segar, fokus juga harus tercurah pada pertandingan,” kata Djokovic. [OSP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense