RM.id Rakyat Merdeka - Aliansi Pemuda Boven Digoel, Provinsi Papua, menyambut baik penggunaan mahkota burung cenderawasih sebagai cinderamata PON XX Papua, Oktober mendatang. Sebab, simbol itu melekat dengan orang Papua.
Tapi, mereka meminta mahkota burung cenderawasih itu tidak dibuat dari bulu burung asli. Cukup imitasi atau tiruannya saja.
Baca juga : Top, Venue Tambahan Sudah Dipakai Untuk Latihan Atlet PON XX Papua
"Kami tentu menyambut baik mahkota burung cenderawasih jadi cinderamata saat PON nanti karena itu memang simbol yang melekat bagi orang Papua. Tetapi, tentu tidak menggunakan yang asli. Pakailah yang imitasi atau buatan," ungkap Ketua Aliansi Pemuda Boven Digoel Bernolfus Tingge, Selasa (7/9).
Pemakaian mahkota asli burung cenderawasih dianggap tidak etis dan dianggap tindakan ilegal karena mendukung percepatan kepunahan burung endemik di Papua tersebut.
Baca juga : Buron Hendra Subrata Tutup Muka Pake Topi
Dipaparkan Bernol, saat ini keberadaan burung cenderawasih di Papua terus berkurang karena selama ini banyak diburu untuk dijadikan cenderamata.
"Kita tentu tidak ingin burung endemik yang jadi kebanggaan Papua ini punah. Kami tidak ingin itu. Toh yang mahkota burung imitasi pun tak mengurangi sakralitas atau nilai dari sebuah penghargaan yang diberikan pada tamu atau kontingen di PON nanti," lanjutnya.
Baca juga : Pakai Jaket Biru Muda, Menteri Baru Siap Kerja Kapan Saja
Ditambahkan Bernol, burung cenderawasih merupakan satu dari 9 jenis burung yang terancam punah. Karena itu salah satu upaya untuk melindungi dia dari kepunahan adalah tidak lagi memanfaatkan mahkota asli sebagai cinderamata.
"Pesan moralnya adalah kita harus merawat kelestarian burung cenderawasih ini agar tidak punah. Toh saat ini teknologi sudah sangat canggih untuk membuat mahkota burung cenderawasih buatan tetapi sangat mendekati aslinya. Ini saja yang kita upayakan apalagi kebutuhan di PON tentu sangat banyak," tandas Bernol. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.