Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Sektor pertanian dan desa merupakan sektor yang masih sangat kurang mendapatkan perhatian kaum milenial. Alhasil, para petani masih lambat dalam beradaptasi di era digital 4.0.
“Harga sebuah pepaya di level petani adalah Rp 2.000 per kilogram. Ketika kita cek ke pasar online, harga bisa sampai Rp 25.000,” kata Muslahuddin Daud, seorang petani dari Aceh mendapat kesempatan berbicara dan sharing di Teman Juara Show, bertajuk: “Juara di Era Industri 4.0”, di Jakarta, Sabtu (24/8).
Baca juga : DPR: Wajib Tanam Bawang Putih Bertujuan Mulia
Peraih penghargaan Petani Modern 2017 versi MNC TV ini jadi pembicara tamu. Pembicara lain di acara itu merupakan tokoh-tokoh top. Seperti Prof Rokhmin Dahuri (akademisi/mantan Menteri Kelautan), Bunga Jelita (mantan Putri Indonesia), Dochi Sadega (musisi, interpremeur), Tyovan Ari Widagdo (Ceo Bahaso), dan Reza Pahlevi (perwakilan Kementerian Pariwisata).
Muslahudiddin kemudian menceritakan pengalamannya selama 13 tahun di dunia perbankan dan 4 tahun sebagai petani. Menurutnya, petani adalah kelompok rentan yang belum beruntung di era digital ini. Sebab, kaum melenial kurang memerhatikan petani.
Baca juga : Bersama Menteri Susi, Pertamina Dukung Gerakan Menghadap Laut
“Dari sini saya mengimbau, mari kita semua memberikan perhatian untuk sektor ini. Karena petani adalah salah satu elemen penting kemajuan bangsa,” ujar putra kelahiran Meureudue yang baru mendapatkan kepercayaan sebagai Ketua DPD PDIP Aceh ini.
Menurut Muslahuddin, dunia finansial teknologi harus mampu menjadi jembatan persoalan krusial akses pasar petani agar mendapat nilai jual yang kompetitif. Selain itu, proses budidaya para petani juga harus diketahui secara persis oleh calon pembeli.
Baca juga : Kementan Siap Tumbuhkan Eksportir Milenial
“Di sinilah kembali dibutuhkan teknologi untuk menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pembeli yang akhirnya terjadi mutual benefit antara produser dan konsumer," tandasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya