Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menteri Profesional Berani Eksekusi Kebijakan Sesuai Visi Jokowi

Sabtu, 19 Oktober 2019 19:49 WIB
Ujang Komarudin (Foto: Twitter Ujang Komarudin)
Ujang Komarudin (Foto: Twitter Ujang Komarudin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harapan agar Presiden Jokowi agar banyak memilih figur profesional sebagai anggota Kabinet Kerja II terus berdatangan. Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menyatakan, figur menteri dari kalangan profesional akan lebih berani mengambil keputusan dan mengeksekusi sebuah kebijakan yang digariskan Kepala Negara. 

"Banyak figur-figur tersebut adanya dari kalangan profesional. Kalangan profesional belum banyak terkontaminasi permainan politik," kata Ujang, di Jakarta, Sabtu (19/10).

Selain itu, menteri dari kalangan profesional juga tidak memiliki beban balas jasa kepada parpol atau hal lainnya. Dengan begitu, mereka bisa lebih leluasa dalak bekerja menerjemahkan visi Presiden. Menurut Ujang, menteri dari kalangan profesional juga diyakini bisa mendongkrak citra Jokowi. Pasalnya, mereka disebut memiliki keahlian di bidangnya, bersih, dan siap bekerja mengeksekusi kebijakan.

Berita Terkait : Menang Atas China, Fakhri Husaini Puji Kekompakkan Pemain Timnas U-19

"Tentu. Bisa mengangkat citra Jokowi. Kerena kalangan profesional itu lebih bersih, ahli, dan bekerja untuk membantu Presiden dalam mengeksekusi kebijakan-kebijakan yang sudah digariskan," jelas dia.

Ujang juga setuju dengan wacana kabinet meritokrasi. Dengan konsep tersebut, figur yang memiliki prestasi dan keahlian akan diposisikan sesuai dengan kemampuannya.

"Yes. The right man on the right job. Orang harus ditempatkan sesuai dengan bidang keahliannya. Karena jika kementerian tidak dipegang atau tidak dipimpin ahlinya, maka tunggulah kehancurannya," tandas dia.

Berita Terkait : Menteri Sosial Kasih Penghargaan Dua Pelopor Perdamaian

Peran dan kinerja menteri dari kalangan profesional berdasarkan hasil riset yang dilakukan Alvara Research Center, lebih disukai publik. Berdasarkan hasil survei, publik lebih puas dengan menteri yang berasal dari kalangan profesional. Tak heran jika lima peringkat teratas menteri terbaik selama pemerintahan Jokowi-JK berasal dari kalangan profesional. 

"Ini artinya, publik mengakui kinerja dari menteri dengan latar belakang profesional," kata CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.

Presiden Jokowi pernah mengatakan bakal mengisi kabinetnya dengan komposisi 45 persen dari kalangan parpol dan 55 persen dari kalangan profesional. Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya telah merampungkan susunan Kabinet Kerja jilid II. Namun, dia masih merahasiakan identitas para pembantunya tersebut.

Berita Terkait : Pengamat: Menteri Profesional dan Ahli Tingkatkan Citra Jokowi

"Saya akan umumkan segera setelah pelantikan presiden dan wakil presiden RI 2019-2024 pada 20 Oktober, bisa di hari yang sama, atau setelahnya," kata Presiden Jokowi lewat akun resmi Instagramnya @jokowi.

Salah satu profesional yang dinilai mumpuni adalah Djoko Siswanto. Ia pernah menjabat Pimpinan SKK Migas, Pimpinan BPH Migas, Dirjen Migas dan Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN). [USU]