Dark/Light Mode

Nonton Film Bumi Manusia, Erick Berharap Sineas Indonesia Dominasi Perfilman di Tanah Air

Minggu, 25 Agustus 2019 21:15 WIB
Erick Thohir (ketiga kiri) dan Sutradara Hanung Bramantyo (keempat kanan) seusai menyaksikan film Bumi Manusia di XXI Episentrum Kuningan, Jakarta, Sabtu (24/8). (Foto: Istimewa).
Erick Thohir (ketiga kiri) dan Sutradara Hanung Bramantyo (keempat kanan) seusai menyaksikan film Bumi Manusia di XXI Episentrum Kuningan, Jakarta, Sabtu (24/8). (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Di era milenial perfilman nasional diharapkan dapat bersaing dengan film impor yang masih mendominasi bioskop-bioskop dalam negeri.

"Kita sudah selayaknya mendukung juga film Indonesia dan di era digital seperti ini. Bangsa kita bersaing dalam konten-konten atau isi-isi dalam media, jangan kita selalu dijejalkan film asing terus menerus," kata Erick Thohir seusai menonton Film "Bumi Manusia karya sutradara Gabung Bramantyo, di XXI Episentrum, Kuningan, Jakarta, Sabtu (24/8)

"Nah sahabat saya; sutradara Hanung Bramantyo tokoh perfilman membuat film hasil dari novel yang luar biasa, tapi Saya yakin produk yang sangat bagus ini dengan jumlah penonton sudah hampir 800 ribu. Jumlah yang sangat besar,  Saya harapkan perfilman d tanah air mampu merajai," ujar Erick yang juga Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Baca juga : Besok, Turnamen Golf Terbesar di Indonesia Diselenggarakan di Jakarta

Erick Thohir berharap sineas-sineas muda di tanah air agar dapat mencontoh sosok Hanung kalau perlu belajar kepada Hanung.

"Kami juga bangga perfilman Indonesia juga sudah mampu membuat film action diantaranya Gundala Putra Petir dan lain-lain, ini juga suatu kemajuan," tambah Erick. 

Di tempat yang sama, Sutradara Hanung Bramantyo mengatakan, film yang berdurasi 3 jam ini diselesaikan selama 1 tahun. Dia  mencoba menghilangkan gab-gab masa lalu dan masa kini.

Baca juga : Nonton Final Piala Indonesia, Ratu Tisha Disoraki Pendukung Tim Juku Eja

"Film Bumi Manusia ini diadaptasi dari novel terlaris karangan Pramoedya Anantatoer. Yang kami inginkan peradaban masa lalu mampu dinikmati oleh manusia di masa kini. Terlebih anak-anak sekarang hanya membaca tulisan yang riang," ujar Gabung.

Hanung menambagkan ini adalah sebuah tantangan yang kita padukan agar bisa dinikmati semua kalangan.

"Bumi Manusia bercerita tentang Minke (Iqbaal Ramadhan), seorang pribumi yang bersekolah di HBS yang merasa gelisah melihat nasib pribumi lainnya yang tertindas," pungkas Hanung. [WUR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.