Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Satu tahun lalu menjadi pengalaman hidup tak terlupakan bagi Sabai Morscheck. Mars, anak keduanya kritis karena mengidap Demam Berdarah Dengue (DBD).
Baca juga : Cari Ponsel Jatuh, Waduk Dikeringkan
“Aku pernah (kena DBD) saat kecil. Jadi tahu banget rasanya. Dia sampai tiap hari diambil darah, aku nggak kuat lihatnya, ngadu ke Ringgo, di telepon nangis,” ungkap Sabai di acara Takeda di Jakarta.
Baca juga : 374 Calon Haji Kloter Pertama Asal Majalengka Terbang Dari Bandara Kertajati
Artis Akibat Pergaulan Bebas dan Sweetheart ini sedih lantaran Mars masih berusia satu tahun.
Baca juga : Prinsa Mandagie, Ajak Kaum Patah Hati Agar Bangkit
“DBD termasuk silent killer, dan angkanya tinggi untuk anak-anak. Jadi kita perlu waspada. Untuk vaksin, Mars harus tunggu sampai usia enam tahun kan,” tandasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya