Dewan Pers

Dark/Light Mode

Digitalisasi Buka Peluang Musisi Unjuk Gigi

Rabu, 25 Agustus 2021 19:59 WIB
Musisi Muh Taufik. (Foto: Ist)
Musisi Muh Taufik. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan digitalisasi membuka peluang bagi para musisi untuk berkarya. Salah satunya Youtuber yang juga musisi asal Kota Majene, Sulawesi Selatan, Muh Taufik.

Sebagai bassist profesional, dia mengaku terbantu dengan platform musik digital yang ada. Dirinya merilis single terbaru berjudul ‘Bersamamu’ di Spotify, Deezeer, Apple Music, Tidal, Youtube Music, Amazon Music, Shazam, dan channel Youtube Muh Taufik B official.

"Kami tahu saat ini kemunculan musik digital menandai adanya sebuah pergeseran musik konvensional. Ke depan, seiring dengan perkembangan zaman maka industri musik semakin maju di era digital dan mau tidak mau kita harus menyesuaikan," ujarnya, dalam keterangannya, Rabu (25/8).

Berita Terkait : Digitalisasi Dukung Kelangsungan Usaha Mikro Milik Perempuan

Musisi kelahiran 3 Desember 1984 ini merintis karir di Kota Yogyakarta dengan bergabung bersama Soundre dan d’Fondo. Dia sudah meluncurkan 1 album bertajuk ‘Antara Jawa dan Mandar’ melalui major label.

Namun dengan berkembangnya platform musik digital yang bisa dengan mudah diakses pendengar tanpa melalui label besar, banyak karyanya yang bisa dinikmati publik.

Oleh karena itu, dirinya mendorong musisi-musisi muda untuk memanfaatkan era keterbukaan dan teknologi ini untuk berkarya. Misalnya, dirinya yang hanya belajar musik secara otodidak pun bisa berkarya melalui platform musik digital tersebut.

Berita Terkait : Messi Unjuk Gocekan Maut

Saat ini masyarakat lebih mudah mengapresiasi karya, sehingga lebih terbuka peluang untuk terus berkembang.

"Saya memotivasi untuk anak muda, walaupun otodidak teruslah berkarya. Asah kemampuan, penuh semangat dan kreatif dalam berkarya hingga nantinya akan menciptakan sebuah karya yang baik," tambah Taufik.

Sembari menceritakan, dengan kreatif dan kontemplasi, anak-anak muda bisa membuat karya berupa lagu yang bisa dipublikasi secara luas dengan platform musik digital.

Berita Terkait : Data Inflasi AS Bikin Rupiah Melesat Tipis

Seperti single terbarunya yang bercerita tentang seseorang yang merindukan kekasihnya dan ingin selalu bersama. Meskipun terpisah ruang dan waktu, dan banyak melakukan kesalahan, namun sebagai kekasih, tidak ada rasa membenci.

"Inspirasi lagu ini kan berasal dari kisah nyata dan dirasakan pula oleh banyak orang yang sedang menjalin kasih. Jadi semua inspirasi bisa diolah menjadi sebuah karya yang indah, apalagi sekarang media publikasinya banyak tidak harus melalui label rekaman," tandasnya. [OKT]