Dark/Light Mode

PDIP Kritis

Koalisi Senang Oposisi Girang

Rabu, 4 Agustus 2021 07:20 WIB
Kolase foto, Effendi Simbolon dan DPR Masinton Pasaribu. (Foto: Istimewa)
Kolase foto, Effendi Simbolon dan DPR Masinton Pasaribu. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Galaknya kader banteng ke Pemerintah terkait penanganan Covid-19 disambut riang gembira, baik oleh kawannya di koalisi, maupun lawannya di kubu oposisi.

Baru-baru ini, dua kader banteng nyeruduk Pemerintah. Mereka adalah Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon dan Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu. Mereka tak puas dengan kerja Pemerintah dalam menangani Corona. Effendi menyalahkan Pemerintah yang tidak menerapkan lockdown sejak awal. Masinton menyerang Koordinator PPKM Luhut Binsar Pandjaitan, dengan menyebutkan sebagai tipe pejabat yang menggampangkan masalah.

Berita Terkait : Anies Apresiasi Kolaborasi Swasta Tangani Pandemi

Petinggi PDIP tidak mempermasalahkan serangan Simbolon dan Masinton itu. Ketua Fraksi PDIP DPR, Utut Adianto menyebut, kritik yang disampaikan anak buahnya tersebut tak melampaui batas. Pihaknya pun mengizinkan kader banteng mengkritik Pemerintah.

"Kami punya 128 orang (anggota Fraksi PDIP). Mereka sampai di Senayan adalah jagoan-jagoan lapangan. Mereka punya pemikiran sendiri, punya pemahaman sendiri," kata Utut, kepada wartawan, kemarin.

Berita Terkait : Puan Desak Pemerintah Gercep Atasi Kelangkaan Oksigen

Menurut Utut, meski PDIP pendukung utama Pemerintah, kritik tersebut bukanlah dosa besar. Kader PDIP dikatakan berdosa besar jika dia berkhianat. "Kalau pendapatnya melewati garis batas atau main bolanya offside, baru kita tegur. Kan ini pendapat, pemikiran, masih wajar," jelas anggota Komisi I DPR itu.

Partai koalisi juga menyambut baik adanya kritik ke Pemerintah dari kader PDIP. Ketua DPP PKB Daniel Johan mengatakan, Pemerintah perlu suplemen agar lebih terpacu dalam menangani pandemi. Kritik dari PDIP itu bisa mendongkrak kerja pemerintah.

Berita Terkait : Universitas Nasional Jadi Sentra Vaksinasi Covid-19

"Anggap saja masukan-masukan yang ada termasuk dari sahabat PDIP sebagai vitamin. Meskipun secara pastinya harus ditanyakan langsung karena itu adalah urusan dapur masing-masing partai," ujarnya, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin.
 Selanjutnya