Dark/Light Mode

Terus Berdatangan, Pengungsi Rohingya Timbulkan Persoalan

TB Hasanuddin: Harus Didiskusikan Dengan UNHCR

Selasa, 12 Desember 2023 06:40 WIB
TB Hasanuddin, Anggota Komisi I DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
TB Hasanuddin, Anggota Komisi I DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Warga Rohingya yang masuk ke Indonesia semakin banyak. Bagaimana pandangan Anda?

Awalnya, masyarakat Rohingya diterima baik-baik oleh masyarakat Aceh, karena kemanusian dan sesama Muslim. Saya memahami betul soal itu.

Namun, muncul keberatan sebagian warga Aceh, ketika warga Rohingya di penampungan menunjukkan sikap yang tidak pas dan tidak sesuai dengan masyarakat adat di sana.

Misalnya?

Baca juga : Christina Aryani: Awalnya Menerima Akhirnya Kelabakan

Komplain soal pakaian, soal makanan. Kemudian, ketika keluar, mereka tidak mengikuti aturan-aturan yang berlaku, sesuai adat di situ. Sehingga, sebagian masyarakat Aceh merasa keberatan.

Bagaimana dengan sikap Pemerintah saat ini?

Sebaiknya, sesuai dengan aturan hukum internasional, mereka itu kan keluar dari negaranya dan tidak diakui oleh negaranya. Maka, kewajiban dari sisi kemanusian, kita harus menampungnya di satu daerah dan kemudian mendiskusikannya dengan United Nation High Commisioner For Refugees (UNHCR) untuk mencari solusi ke depannya.

Apakah menampung sementara, sambil membicarakan dengan UNHCR sudah tepat?

Baca juga : Pakar: Ibu Kota Harus Dibangun Dengan Kolaborasi

Itu memang prosedur yang biasa dilakukan oleh negara lain juga. Memang harus diterima dahulu agar tidak di laut. Ditampung di suatu daerah, diberikan makan. Selama itu juga dilakukan perundingan dengan UNHCR untuk mencari solusi.

Anggarannya bagaimana?

Kalau secara khusus dianggarkan untuk hal itu, tidak ada ya. Itu kan temporary, tidak ada setiap tahun. Mungkin ada dari anggaran cadangan untuk kemanusian, atau dari Palang Merah Indonesia (PMI). Tapi, itu kan sangat terbatas.

Terbatas ya?

Baca juga : TB Hasanuddin: Siber Dibutuhkan, Tapi Jangan Jadi Angkatan

Iya, makanya itu harus didiskusikan dengan UNHCR yang memiliki teknik-teknik untuk mencari solusi tentang mereka itu. Kemudian, mencari solusi, negara mana yang akan menjadi penerima mereka, atau dikembalikan ke negara mereka. Kita tergantung dengan UNHCR yang melakukan perundingan dengan negara asal.

Lalu, bagaimana dengan adanya usul, satu pulau khusus untuk warga Rohingya?

Mereka tidak perlu meminta sesuatu yang spesial. Terserah negara kita mau menaruh di mana, baik di pulau atau di suatu tempat. Semua tergantung keputusan negara. Pemerintah akan menghitung di mana yang memungkinkan untuk mereka. Jadi, mereka jangan mengatur tuan rumah. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 12 Desember 2023 dengan judul "Terus Berdatangan, Pengungsi Rohingya Timbulkan Persoalan, TB Hasanuddin: Harus Didiskusikan Dengan UNHCR"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.