Dark/Light Mode

Masyarakat Bertanya, Kenapa Panca Tega Bunuh 4 Anaknya

Adrianus Meliala: Polisi Harus Responsif Dengan Laporan KDRT

Sabtu, 16 Desember 2023 06:50 WIB
Adrianus Meliala, Guru Besar Kriminologi UI. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Adrianus Meliala, Guru Besar Kriminologi UI. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Publik ramai membahas kasus ayah membunuh empat anak kandungnya. Masyarakat bertanya-tanya, kenapa tersangka Panca Darmansyah setega itu.

Empat anak itu ditemukan meninggal dalam kondisi terkunci di sebuah kamar, dalam rumah kontrakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2023). Polisi kemudian menetapkan Panca Darmansyah alias Panca (41), sebagai tersangka.

Baca juga : Reza Indragiri Amriel: Sebutan Untuk KDRT Tidak Lagi Memadai

Dalam pemeriksaan, Panca mengakui perbuatannya; menghabisi nyawa empat anaknya, VA (6), SA (4), AA (3), dan AK (1) secara bergantian pada Minggu (3/12/2023) dengan cara membekap para korban.

Menurut Polisi, motif Panca membunuh empat anak, karena cemburu kepada istrinya, D. Hal ini berdasarkan pemeriksaan 13 saksi dan kesesuaian dengan barang bukti. Demikian keterangan

Baca juga : TB Hasanuddin: Harus Didiskusikan Dengan UNHCR

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi, Selasa (12/12/2023).

Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menilai, banyak faktor sehingga seorang ayah tega membunuh empat anaknya.

Baca juga : Komisi III DPR: Polri Harus Investigasi Penggunaan Gas Air Mata

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel juga memaparkan beberapa faktor dalam kasus tersebut. Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara dengan Adrianus Meliala.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.