Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Muncul Kabar Pembekuan Darah Gara-gara Vaksin Covid-19
Siti Nadia Tarmizi: Di Indonesia Tidak Ada Kasus
Senin, 6 Mei 2024 07:40 WIB
Sebelumnya
Bagaimana tanggapan Anda tentang dampak buruk pemakaian vaksin ini?
Di Indonesia tidak ada kasus, dan tidak ada pencabutan peredaran dari WHO. Dalam imunisasi, memang selalu ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Tapi, sebisa mungkin kami cegah dengan beberapa kriteria, seperti syarat orang yang dapat menerima vaksin dan sebagainya.
Sejak pertama kali digunakan, apakah ada tes sebelum dan sesudah?
Perlu diketahui, memang sudah ada peringatan oleh AstraZeneca bahwa pada orang yang memiliki kelainan pembekuan darah untuk berhati-hati, dan disarankan dilakukan pemeriksaan lengkap.
Baca juga : Rahmad Handoyo: Meskipun Darurat Tetap Hati-hati
Seberapa besar kemungkinan pembekuan darah karena pemberian vaksin ini?
Sangat kecil penyebabnya adalah penyuntikan. Karena, rentang waktu muncul efek samping, mulai dari 4-42 hari setelah disuntik.
Apakah masih ada pemantauan dari Kemenkes?
Pemantauan pasif terhadap efek samping, masih terus dilakukan.
Baca juga : Jemaah Haji Hati-hati Kena Tipu Visa Bodong
Apakah di Indonesia belum ada temuan kasus mengenai dampak buruk pemakaian vaksin AstraZeneca?
Iya, belum ada. Untuk monitoring, terus dilakukan Komnas KIPI.
Adakah imbauan kepada masyarakat?
Tidak perlu khawatir, karena masa rentang muncul efek samping akibat vaksin itu, 4-42 hari pasca penyuntikan vaksin.
Baca juga : Melly Goeslaw Incar Tiket Partai Gerindra
Apakah vaksin AstraZeneca masih digunakan di Indonesia?
Sudah lebih dari enam bulan tidak kita gunakan. Tidak ada lagi vaksin Covid-19 AstraZeneca. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 06 Mei 2024 dengan judul "Muncul Kabar Pembekuan Darah Gara-gara Vaksin Covid-19, Rahmad Handoyo: Meskipun Darurat Tetap Hati-hati"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya