Dark/Light Mode
Hari Pendidikan Nasional Telah Berlalu, Merdeka Belajar Masih Disoroti
Andreas Hugo Pareira: Program Ini Perlu Dievaluasi Dan Diperbaiki
Sebelumnya
Bagaimana pandangan Anda tentang program Merdeka Belajar?
Program Merdeka Belajar, lahir dari pembahasan, diskusi dan evaluasi yang panjang. Baru mulai diterapkan secara efektif sejak dua tahun terakhir, karena kita mengalami pandemi Covid-19.
Perkembangannya bagaimana?
Saat ini banyak sekolah yang belum secara penuh melaksanakan kurikulum Merdeka Belajar. Artinya, masih dalam proses transisi dari kurikulun 2013.
Adakah yang masih harus dievaluasi?
Baca juga : Pemerintah Tancap Gas Selesaikan Proyek IKN
Kurikulum Merdeka Belajar akan efektif dan bisa mencapai tujuannya, apabila program Guru Penggerak juga tuntas dilaksanakan, didukung infrastruktur pendidikan yang menunjang.
Apakah perlu dilanjutkan?
Perlu, tentu sambil dievaluasi dan diperbaiki. Respons dari para pendidik dan peserta didik pun positif terhadap kurikulum Merdeka Belajar. Bersamaan dengan program Guru Penggerak, memang butuh waktu agar kurikulum ini benar-benar efektif pada level implementasinya.
Secara substansi, program Merdeka Belajar ini memberikan keleluasaan pada unit pendidikan menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan untuk daerahnya, agar dunia pendidikan mampu menjawab persoalan-persoalan kemasyarakatan dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Bagaimana dengan rekrutmen guru selama ini?
Baca juga : Bursa Ketua Umum Golkar Makin Ramai, Makin Asik
Rekrutmen guru, terutama melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sudah berjalan, meskipun belum sepenuhnya sukses. Masih tersisa sekitar 300 ribu formasi guru PPPK yang belum terisi.
Apa kendala dari rekrutmen guru PPPK?
Ini akibat lemahnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga di tingkat nasional, dan koordinasi antara pusat dan daerah yang tidak sepenuhnya berjalan dengan baik.
Ada kewenangan otonomi daerah (Otda), sehingga ketika suatu keputusan dibuat di pusat, respons dari daerah seringkali lamban dan tidak ditindaklanjuti daerah secara simultan.
Apa hal lain yang harus diperhatikan Pemerintah ke depan?
Baca juga : Jalur Independen DKI Dibuka, Silakan Daftar...
Masih banyak, terutama menyangkut wajib belajar 12 tahun, infrastruktur sekolah, peningkatan status dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan guru, pembiayaan pendidikan. Termasuk, efektivitas perintah Undang-Undang Dasar bahwa 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk dana pendidikan. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 08 Mei 2024 dengan judul "Hari Pendidikan Nasional Telah Berlalu, Merdeka Belajar Masih Disoroti, Andreas Hugo Pareira: Program Ini Perlu Dievaluasi Dan Diperbaiki"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.