Dark/Light Mode

Jelang Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, Susu Ikan Jadi Perdebatan

Irma Suryani Chaniago: Ikan Kita Melimpah, Mari Dimanfaatkan

Jumat, 20 September 2024 07:40 WIB
Irma Suryani Chaniago, Anggota Komisi IX DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Irma Suryani Chaniago, Anggota Komisi IX DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wacana penggunaan susu ikan sebagai alternatif pengganti susu sapi dalam program makan bergizi gratis, menuai perdebatan. Pasalnya, susu ikan belum setenar susu sapi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membeberkan asal-usul inovasi susu ikan yang kini menjadi alternatif susu sapi, dalam program makan bergizi gratis. Susu ikan berasal dari hidrolisat protein ikan (HPI), yang merupakan hasil riset Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat sejak 2017.

Baca juga : IKN Strategi Jitu Pemerataan Pembangunan

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Budi Sulistyo mengatakan, susu ikan telah dikenalkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, pada 2023.

"Ini bukan dalam arti susu yang sebenarnya, melainkan susu analog hasil dari HPI," kata Budi di Jakarta, Kamis (12/9/2024), seperti diberitakan ANTARA.

Baca juga : Banteng Jamin Bukan Ngomongin Jatah Menteri

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago mengatakan, wacana penggunaan susu ikan tidak perlu jadi polemik. Menurutnya, susu dan susu ikan itu akan dikombinasikan. "Karena, sama-sama mengandung nutrisi yang baik untuk perkembangan otak anak," kata Irma, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2024).

Sementara menurut Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ali Khomsan, susu ikan menonjolkan protein. Sedangkan susu sapi, menonjolkan kalsium.

Baca juga : Kominfo Diacungi Jempol

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara dengan Irma Suryani Chaniago.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.