Dark/Light Mode
Di Tujuh Provinsi, Angka Golput Naik
Zulfikar Arse Sadikin: Jarak Pilkada Dengan Pilpres Terlalu Dekat
Sebelumnya
Pada Pilkada 2024, angka golput di 7 provinsi cukup tinggi. Bagaimana pendapat Anda?
Memang, jika dibandingkan dengan Pilkada-Pilkada sebelumnya, angka partisipasi publik lebih rendah. Kita perlu dalami apa penyebabnya. Nah, untuk mendalaminya harus ada riset.
Ada yang menilai, tingginya angka golput karena partai politik?
Baca juga : Menaker Minta Daerah Umumkan UMP 2025
Soal turunnya partisipasi pemilih, tidak sekadar tanggung jawab partai politik sebagai peserta, tapi juga tanggung jawab Pemerintah dan penyelenggara. Intinya, semua pemangku kepentingan bertanggung jawab.
Partai politik dituding menjadi faktor utama, karena tidak bisa menghadirkan kandidat yang berkualitas?
Itu salah satu faktor, tapi ada faktor lain yang menyebabkan angka golput tinggi. Misalnya, terlalu pendek jarak antara Pileg dan Pilpres dengan Pilkada, sehingga masyarakat enggan atau jenuh untuk ke TPS.
Baca juga : Yang Menang Kawal Suara, Yang Kalah Mesti Evaluasi
Apa saran Anda untuk menaikkan angka partisipasi publik?
Ke depan, kita perlu model sistem Pemilu atau desain sistem Pemilu yang lebih menjaga partisipasi publik. Misalnya ada pemilu nasional, ada pemilu lokal.
Lokalnya itu mulai dari Pilkada kabupaten/kota dan provinsi serentak. Lalu, Pileg DPRD kabupaten/kota dan provinsi sama-sama serentak. Nasionalnya dari DPR, DPD dan Presiden. Sehingga, Pemilu itu dalam 5 tahun ada 3 kali.
Baca juga : Reog Ponorogo Jadi Warisan Budaya Kita
Selain itu, apa ada usulan lagi?
Ke depan kita juga bisa berpikir, kira-kira masyarakat itu juga perlu dikasih alternatif. Misalnya, masyarakat bisa mengusulkan calon yang diinginkan. Cara ini bisa membuat masyarakat tertarik untuk menggunakan hak pilihnya. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 5 Desember 2024 dengan judul "Di Tujuh Provinsi, Angka Golput Naik, Zulfikar Arse Sadikin: Jarak Pilkada Dengan Pilpres Terlalu Dekat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.