Dark/Light Mode

Manfaat Dan Mudaratnya Penghapusan Outsourcing

Bob Azam: Sedang Banyak PHK, Timing-nya Kurang Pas

Rabu, 7 Mei 2025 07:50 WIB
Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda terkait wacana penghapusan sistem outsourcing di Indonesia saat ini?

Kalau menurut saya, momentum untuk penghapusan outsourcing sekarang ini kurang tepat. Bu­kan berarti tidak realistis, ya, tapi timing-nya yang tidak pas. Karena kita sedang mengalami gelombang PHK di mana-mana, perekonomian juga sedang menurun. Mestinya, saat terjadi tekanan ekonomi seperti ini, semua peluang terhadap employ­ment itu harus dibuka, bukan malah ditutup.

Jadi, menurut Anda, outsourcing masih memiliki peran penting?

Baca juga : Hasan Nasbi Batal Mundur

Betul. Selama ini outsourcing juga punya sisi positif, terutama dalam pemerataan ekonomi. Pe­rusahaan-perusahaan kecil bisa tumbuh karena adanya penyerahan sebagian pekerjaan dari perusahaan besar. Jadi, alih-alih menghapus sistemnya, yang perlu kita laku­kan adalah meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para pekerja outsourcing serta membina peru­sahaan-perusahaan outsourcing itu sendiri.

Bagaimana dengan pandangan yang menyebutkan bahwa profit perusahaan sering kali diperoleh dari mengurangi kesejahteraan buruh?

Nah, ini yang menurut saya perlu diubah cara pandangnya. Jangan sampai ada anggapan bahwa kesejahteraan buruh itu otomatis mengurangi profit perusahaan, atau sebaliknya. Misalnya soal pensiun, kan kita bisa bikin pensiun yang diselenggarakan di luar perusahaan, ada BPJS Ketenagakerjaan, ada juga lembaga dana pensiun keuangan. Jadi bisa diatur sedemikian rupa supaya tetap menguntungkan kedua belah pihak.

Baca juga : Mirah SumiĀ­rat: Outsourcing Adalah Perbudakan Modern

Apakah perlu ada kajian lebih lanjut terkait isu ini?

Sangat perlu. Saya kira, kajian yang mendalam dari kalangan akademisi yang independen itu penting. Jadi analisisnya bukan dari pihak yang punya kepentingan, baik itu pekerja maupun pengusaha. Dengan begitu, kita bisa memahami akar permasalahannya secara menyeluruh.

Tapi, ini kan janji Presiden Prabowo?

Baca juga : Pemimpin Masa Depan Wajib Berkarakter Baja

Ya, memang ada janji itu, tapi beliau juga menghimbau agar para buruh realistis. Karena kalau iklim investasi memburuk, ya otomatis lapangan pekerjaan juga akan berkurang. Jadi sebenarnya Presiden pun sudah tahu bahwa persoalan ini harus dilihat dari dua sisi, bukan sepihak saja. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 7 Mei 2025 dengan judul "Manfaat Dan Mudaratnya Penghapusan Outsourcing, Bob Azam: Penghapusan Outsourcing di Tengah PHK Massal Kurang Tepat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.