Dark/Light Mode

Tepatkah Wamen Rangkap Jabatan Komisaris BUMN?

Darmadi Durianto: Komisaris Harus Punya Waktu Dan Kompetensi

Jumat, 20 Juni 2025 07:40 WIB
Darmadi Durianto, Anggota Komisi VI DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Darmadi Durianto, Anggota Komisi VI DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apa pandangan Anda dengan penunjukan 25 Wakil Menteri (Wamen) menjadi komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN)?

Fungsi komisaris itu kan mengawasi yang berarti pengawasnya itu harus punya kompetensi juga. Jadi kalau ditanya cocok atau tidak, ya tergantung. 

Apa indikator penilaiannya?

Pertama, apakah Wamen itu punya waktu untuk mengawasi BUMN-nya. Kedua, apakah Wamen itu punya kompetensi untuk BUMN-nya. Ketiga, apakah akan menimbulkan intervensi. Jadi kalau hanya sekadar memenuhi jabatan saja atau disana untuk mendapatkan income yang lebih besar tentu kurang bagus. Kecuali memang wamennya punya waktu, kompetensi, pengalaman untuk mengawasi BUMN. Kalau tidak punya kan jadi percuma dan tidak ada gunanya untuk BUMN tersebut dan menimbulkan ketidak efisiensian.

Baca juga : Regulasi Lama Tidak Relevan, RUU Penyiaran Kudu Disahkan

Jadi menurut Anda kalau tidak sesuai kompetensi akan menimbulkan dampak negatif bagi BUMN-nya?

Iya. Padahal kita tahu Presiden Prabowo Subianto sedang mencanangkan efisiensi. Jadi intinya efisien dan efektif. Kalau munculnya justru pemborosan, ya tidak ada guna.

Pengawasan yang dapat dilakukan DPR seperti apa dalam hal ini?

Komisaris kan memang harus dievaluasi oleh menterinya, oleh Danantara sekarang. Kalau evaluasi dinyatakan tidak efektif, ya bisa diganti lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca juga : NasDem Yakin Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif

Ada catatan lain dari Anda terkait penunjukan wamen menjadi komisaris?

Tentu karena ini wamen akan ada *conflict of interest* ya juga kan. Jadi nantinya tidak terlalu elok, bahkan ada rasa segan. Dalam hal evaluasi akan tidak efektif dan dalam pelaksanaannya juga tidak efektif dan tidak efisien.

Penunjukan ini sudah terjadi, lantas apa yang lebih baik dilakukan?

Tidak ada cara lain ya nantinya harus dievaluasi. Bagaimana kompetensinya, apakah pengawasan BUMN oleh para wamen itu efektif atau tidak. Itu kan tinggal waktu yang bekerja. 

Baca juga : Polisi Telusuri Aliran Dana Dan Pemasok Alat

Apakah akan ada opsi pergantian kalau tidak efektif?

Kalau kurang bagus bagi BUMN ya harus dilakukan pergantian komisaris. Jadi jangan sampai penunjukan wamen hanya untuk mengisi jabatan saja tapi tidak ada fungsi apa-apa. Itu yang kurang bagus. Tapi kalau wamennya bisa rapat, punya kompetensi, pengalaman, kerjanya bagus ya oke-oke saja. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 20 Juni 2025 dengan judul "Tepatkah Wamen Rangkap Jabatan Komisaris BUMN? Darmadi Durianto: Komisaris Harus Punya Waktu Dan Kompetensi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.