Dark/Light Mode

Presiden Akan Bentuk Komisi Reformasi Polri

Iftitahsari: Kami Berharap Timnya Tak Sekadar Formalitas

Kamis, 18 September 2025 07:15 WIB
Iftitahsari, Peneliti ICJR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Iftitahsari, Peneliti ICJR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apa catatan Anda terkait rencana pembentukan Komisi Reformasi Polri ini?

Sebenarnya, ICJR dan kami punya Koalisi Reformasi Polri (KRP) sudah lama menyuarakan itu. Kebutuhan mereformasi Polri ini sudah mendesak. Namun, teknisnya harus melalui tim reformasi khusus Polri atau bagaimana, itu sebetulnya yang kami pertanyakan dari teman-teman koalisi. 

Memang kenapa?

Karena kami melihat, kalau misalnya di timnya hanya sekedar formalitas dan kami berkaca dengan yang sebelum-sebelumnya, ya jadinya nggak berdampak juga kan. Jadinya kami masih melihat lagi nih, komponen timnya seperti apa, pembentukannya apakah transparan, apakah diisi oleh orang-orang yang berintegritas, kompeten, dan yang penting nggak punya konflik kepentingan.

Baca juga : Rudianto Lallo: Presiden Tahu Apa Yang Perlu Dibenahi

Anda menilai orang-orang yang ada di tim Komisi Reformasi Pori harus memiliki kriteria tersebut?

Itu yang nanti akan menentukan arah yang akan dihasilkan oleh tim tersebut. Apakah cuma jadi normatif saja, atau benar-benar impactful dan mengikat. Nah itu yang kami kritik di situ. Kalau misalnya nggak ada jaminan itu, ya buat apa. Sebenarnya, yang kita perlukan itu reformasi Polri-nya, bukan gimmick-gimmick pembentukan timnya.

Menurut Anda, siapa yang cocok menjadi anggota tim Komisi Reformasi Polri ini? 

Berdasarkan indikator, misal latar belakangnya seperti apa. Apakah punya kompetensi atau keahlian untuk menggali dan melihat jernih sembilan masalah sistem.

Baca juga : Digeser ke Menpora, Erick: Saya Tegak Lurus

Jadi harus seperti apa anggota timnya?

Orang yang paham birokrasi, paham HAM dan paham bagaimana security policy itu dibentuk. Jadi secara kompetensi itu harus dijamin. Kemudian yang paling penting adalah nggak punya konflik kepentingan dan berintegritas. Kan juga muncul ya, usulan agar mantan-mantan petinggi Polri (mengisi tim Komisi Reformasi Polri). Kami mencoba mencermati argumentasinya, langkah itu supaya tahu dalamnya seperti apa, birokrasi seperti apa, segala macam. Namun menurut kami, nggak harus mereka langsung di dalam timnya. 

Seharusnya bagaimana?

Bisa jadi reviewernya atau menambah menjadi sumber informasi. Tapi bukan masuk timnya sendiri. Jadi hal itu yang sebetulnya harus paling penting untuk dihindari. Sehingga apa yang mereka rekomendasikan, bisa ditindaklanjuti. NNM

Baca juga : TAP MPR Masih Relevan

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 18 September 2025 dengan judul "Presiden Akan Bentuk Komisi Reformasi Polri, Iftitahsari: Kami Berharap Timnya Tak Sekadar Formalitas"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.