Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Direkrut Via Game Online Dan Medsos, BNPT: 110 Anak Terpapar Terorisme
TB Hasanuddin: Semua Platform IT Jadi Pintu Paham Negatif
Selasa, 2 Desember 2025 07:10 WIB
Sebelumnya
Bagaimana pandangan Anda dengan pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bahwa jaringan terorisme kini rekrut anggota lewat game online dan TikTok?
Begini, ya. Main game itu cuma salah satu pintu awal. Itu hanya sarana untuk menciptakan kontak langsung. Bisa saja lewat Facebook, tapi sekarang yang sedang digandrungi anak-anak muda, khususnya Generasi Z, ya lewat game online. Anak SD, SMP, SMA, semua main game.
Artinya, ada celah bagi jaringan terorisme menghubungi langsung anak-anak ya?
Nah, dari situ perekrut bisa menghubungi target secara jarak jauh, bahkan bermain bersama secara real time. Yang paling penting adalah ketika kontak dan komunikasi sudah terbentuk. Setelah itu, mereka mulai memilah-milah.
Baca juga : Tangani Bencana, Kapolri Kerahkan Kekuatan Penuh
Maksudnya seperti apa itu?
Misalnya, “Ini anaknya taat orang tua”, “Ini labil, bisa dibina”. Nah, yang dianggap bisa dibina inilah yang dipilih. Setelah itu, barulah mereka menyusupkan trik atau ideologi versi mereka. Mulai dari narasi “kita dikuasai siapa,” sampai ajakan melakukan perlawanan. Di situlah ideologi radikal mulai masuk. Jadi game online hanya media, bukan penyebab utama.
Selain game online, media apa lagi yang menurut Anda bisa menjadi saluran jaringan terorisme menggaet calon anggotanya?
Bukan hanya game. Facebook juga bisa. Semua platform IT bisa jadi sarana masuknya paham-paham negatif. Kita tidak bisa hanya menyalahkan medianya. Kalau mau bicara yang paling hulunya, itu ketahanan pribadi. Itu yang paling penting.
Baca juga : Menteri Rini Pastikan Pelibatan Awak ASN
Pelaksanaan dari ketahanan pribadi seperti apa ya?
Misalnya gini. Anda mau hilangkan game? Tetap saja ada sarana lain. Yang paling penting adalah membentengi anak-anak agar tidak terjerumus pada hal negatif, termasuk radikalisme.
Artinya peran orang tua dan sekolah sangat krusial?
Betul, sangat krusial. Sekarang anak hidup di dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Mereka harus siap di keduanya. Banyak kasus, orang sampai bunuh diri hanya karena dibully di media sosial. Secara praktis, tinggal hapus akunnya kan selesai? Tapi tidak semudah itu. Ada yang sudah kecanduan gawai. NNM
Baca juga : Demi Aksi Hijau, PKB Jabar Genjot Kader
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 2 Desember 2025 dengan judul "Direkrut Via Game Online Dan Medsos, BNPT: 110 Anak Terpapar Terorisme, TB Hasanuddin: Semua Platform IT Jadi Pintu Paham Negatif"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya