Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasca Longsornya TPST Bantargebang, Problem Sampah Di DKI Makin Mengkhawatirkan
Rani Mauliani: Percepat Pengelolaan Sampah Secara Modern
Selasa, 7 April 2026 07:10 WIB
Sebelumnya
Apa pandangan Anda mengenai masalah sampah di DKI Jakarta pasca longsornya gunung sampah di TPST Bantargebang awal Maret 2026?
Kami melihat insiden yang terjadi di TPST Bantargebang menjadi peringatan serius bahwa pengelolaan sampah di Jakarta sudah berada pada titik yang membutuhkan pembenahan menyeluruh.
Kenapa dibutuhkan pembenahan menyeluruh?
Selama ini DKI Jakarta masih sangat bergantung pada satu lokasi pembuangan akhir. Sehingga ketika terjadi gangguan operasional, dampaknya langsung dirasakan di seluruh wilayah kota. Momentum ini harus menjadi evaluasi bersama untuk mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan tidak lagi bertumpu pada pola lama.
Baca juga : Legislator Usul Pemerintah Lakukan Intervensi Pasar
Saat ini juga terjadi penumpukan sampah di TPS dan lingkungan warga, apa ada tanggapan?
Terkait penumpukan sampah di sejumlah TPS, termasuk di Pasar Induk Kramat Jati dan wilayah permukiman, tentu menjadi perhatian dan sudah menjadi pembahasan bersama. Keterlambatan pengangkutan menunjukkan adanya gangguan pada rantai distribusi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Apa ada saran, langkah apa yang harus dilakukan Pemprov DKI?
Pemerintah Daerah perlu memastikan kembali kesiapan armada, pengaturan ritase truk, serta manajemen operasional agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Yang terpenting, kondisi ini tidak boleh berlangsung lama, karena menyangkut kesehatan lingkungan dan kenyamanan warga.
Baca juga : Ujian Berjalan Lancar, Partisipasi Siswa Tinggi
Konkretnya seperti apa ya?
Dalam jangka pendek, beberapa langkah yang perlu diperkuat antara lain, optimalisasi pengangkutan sampah dan penambahan ritase armada, pengaktifan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat wilayah, penguatan pemilahan sampah dari sumbernya, baik di rumah tangga maupun pasar, kolaborasi dengan komunitas dan sektor swasta dalam pengolahan sampah. Masalah sampah tidak bisa hanya diselesaikan di hilir, tetapi harus dimulai dari perubahan pola pengelolaan di tingkat masyarakat.
Terus langkah jangka panjang apa agar tidak bergantung pada TPST Bantargebang?
Ke depan, Jakarta harus memiliki sistem pengelolaan sampah terintegrasi. Di antaranya: pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi (waste to energy), desentralisasi pengolahan sampah di beberapa wilayah kota, pengurangan volume sampah sejak dari sumber, melalui kebijakan ekonomi sirkular, penguatan regulasi pemilahan sampah wajib, edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Tujuannya agar Bantargebang tidak lagi menjadi satu-satunya tumpuan, melainkan bagian dari sistem yang lebih besar dan berkelanjutan. NNM
Baca juga : Akhirnya, Bareskrim Ringkus Buronan Narkoba The Doctor
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 7 April 2026 dengan judul "Pasca Longsornya TPST Bantargebang, Problem Sampah Di DKI Makin Mengkhawatirkan, Rani Mauliani: Percepat Pengelolaan Sampah Secara Modern"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya