Dark/Light Mode

Menakar Efektivitas WFH Satu Hari Di Sektor Swasta

Mirah Sumirat: Beban Pekerja Bayar Listrik Dan Internet Naik

Kamis, 9 April 2026 07:10 WIB
Mirah Sumirat, Presiden Aspirasi. FOTO: IG PRIBADI
Mirah Sumirat, Presiden Aspirasi. FOTO: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Apa pendapat Anda terkait imbauan penerapan Work From Home (WFH) bagi perusahaan swasta?

Kami menilai rencana penerapan WFH satu hari dalam seminggu sebagai langkah yang memiliki niat baik, khususnya dalam upaya penghematan BBM serta mengurangi beban mobilitas harian pekerja atau buruh. Kebijakan ini juga berpotensi menekan kemacetan dan memberikan ruang efisiensi bagi sebagian pekerja. Namun, kebijakan ini tidak bisa diterapkan secara seragam di semua sektor.

Sektor apa saja yang tidak memungkinkan dilakukan WFH?

Baca juga : RUU Sisdiknas Didorong Akhiri Kriminalisasi Guru

Banyak jenis pekerjaan, terutama di sektor manufaktur, layanan, dan pekerjaan lapangan, yang secara karakter tidak memungkinkan WFH. Karena itu, penerapannya harus mempertimbangkan keadilan antar pekerja atau buruh agar tidak menimbulkan kesenjangan. Selain itu, perlu dikaji secara menyeluruh terutama dari sisi dampak ekonomi terhadap pekerja atau buruh.

Menurut Anda, apa dampak ekonomi bagi pekerja jika diterapkan WFH?

Menurut kami, tanpa skema perlindungan yang jelas, kebijakan ini berpotensi mengalihkan beban biaya dari negara dan perusahaan kepada pekerja atau buruh.

Baca juga : Kepala Bakom: Presiden Ingin Hapus Kemiskinan

Kenapa bisa terjadi peralihan beban biaya dari perusahaan ke pekerja?

Pengalaman saat pandemi Covid-19, pekerja atau buruh yang menjalankan WFH mengalami kenaikan pengeluaran rumah tangga, khususnya untuk listrik dan internet. Rata-rata tambahan biaya listrik rumah tangga diperkirakan meningkat 10-20 persen, tergantung penggunaan perangkat kerja seperti laptop, pendingin ruangan, dan pencahayaan. Sementara itu, biaya internet yang memadai untuk pekerjaan profesional dapat mencapai Rp 300 ribu-Rp 700 ribu per bulan.

Adakah dampak lainnya?

Baca juga : Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi Diintimidasi, KPK: Rumahnya Diduga Dibakar

Tanpa pengaturan yang jelas, WFH juga dapat menyebabkan jam kerja menjadi tidak terkontrol dan berisiko meningkatkan beban kerja terselubung. Hal ini berpotensi menurunkan produktivitas jangka panjang serta meningkatkan risiko kelelahan kerja. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 9 April 2026 dengan judul "Menakar Efektivitas WFH Satu Hari Di Sektor Swasta Mirah Sumirat: Beban Pekerja Bayar Listrik Dan Internet Naik"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.